Menag Yaqut : Santri adalah Pemenang Masa Depan
Muhammad rifai akif
Rabu, 20 Oktober 2021 - 20:00 WIB
Jasa masyarakat pesantren dan para santri untuk memerdekakan bangsa Indonesia sangat besar. Foto : LANGIT7
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan santri adalah pemenang masa depan. Hal tersebut disampaikan Menag Yaqut pada Webinar Internasional dalam rangka menyambut Hari Santri 2021.
"Di masa depan, anak anak yang ada di pesantren ini yang akan memenangkan kompetisi. Mengapa? karena ketika santri masuk ke dalam pesantren, berinteraksi dengan santri dan para kiai, disitulah nilai pendidikannya," tegas Menag di Jakarta, Rabu (20/10/2021).
Menag Yaqut menambahkan pendidikan pesantren dapay dilihat dan dirasakan secara langsung melalui tata krama yang dicontohkan langsung dari para kyai.
Baca juga : Hari Santri 22 Oktober, Kemenag Gelar Wayang Virtual
Tata krama dan adab, menurut Menag, akan membentuk karakter. Dan manusia yang akan menang itu adalah manusia yang memiliki karakter.
Di masa mendatang, santri akan semakin banyak berkiprah membangun dan berdayaguna membangun bangsa Indonesia melalui berbagai peran, seperti: menjadi presiden, wakil presiden, menteri, dan komisarris BUMN.
"Dan itu bukan lamunan dan imajinasi saja," ungkap Menag.
"Di masa depan, anak anak yang ada di pesantren ini yang akan memenangkan kompetisi. Mengapa? karena ketika santri masuk ke dalam pesantren, berinteraksi dengan santri dan para kiai, disitulah nilai pendidikannya," tegas Menag di Jakarta, Rabu (20/10/2021).
Menag Yaqut menambahkan pendidikan pesantren dapay dilihat dan dirasakan secara langsung melalui tata krama yang dicontohkan langsung dari para kyai.
Baca juga : Hari Santri 22 Oktober, Kemenag Gelar Wayang Virtual
Tata krama dan adab, menurut Menag, akan membentuk karakter. Dan manusia yang akan menang itu adalah manusia yang memiliki karakter.
Di masa mendatang, santri akan semakin banyak berkiprah membangun dan berdayaguna membangun bangsa Indonesia melalui berbagai peran, seperti: menjadi presiden, wakil presiden, menteri, dan komisarris BUMN.
"Dan itu bukan lamunan dan imajinasi saja," ungkap Menag.