Pengajian Umum PP Muhammadiyah
Berapa Aset Muhammadiyah? Hilman: Bendahara PP Muhammadiyah Saja Belum Menghitung
Miftah yusufpati
Sabtu, 27 Juni 2026 - 03:30 WIB
Dari kanan ke kiri: Bendahara PP Muhammadiyah Hilman Latief Pakar ekonomi syariah Adiwarman Karim, Profesional Keuangan dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Amri Yusuf . Foto: MHY
LANGIT7.ID - Banyak pihak menduga-duga besarnya aset yang dikuasai Muhammadiyah. Media sosial menyebut Rp425 triliun. Ternyata Muhammadiyah sendiri belum masih menghitung angka pasti tentang kekayaan ormas Islam tersebut.
Bendahara Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Hilman Latief, dalam acara Pengajian Umum PP Muhammadiyah yang bertemakan "Resiliensi Keuangan: Mencari Model Penguatan Ekonomi Ormas" pada Jumat malam, 26 Juni 2026 menyebut angka-angka fantastis yang ramai dibicarakan publik tersebut belum bisa diverifikasi secara pasti karena proses penghitungan riil di internal organisasi masih berjalan.
Dalam acara yang disiarkan secara langsung melalui TV Muhammadiyah (TVMU) ini menyoroti tata kelola aset organisasi yang kini telah memasuki usia 114 tahun.
Hilman menanggapi kabar yang beredar di media sosial mengenai nilai aset Muhammadiyah yang diklaim mencapai Rp400 triliun hingga Rp425 triliun.
"Bendahara umum saja belum menghitung, sampai Pak Ketua Umum bilang ke saya, 'Mas, belum dihitung, kayaknya belum deh kita menghitungnya.' Saya tanya ke wilayah, berapa asetnya di provinsi? Bingung. Mungkin sekian triliun, baru perkiraan semuanya," ujar Hilman.
Meskipun demikian, Hilman mengapresiasi kebanggaan warga persyarikatan terhadap isu tersebut. Ia menegaskan bahwa PP Muhammadiyah saat ini terus bergerak maju untuk merapikan administrasi melalui penyusunan pedoman-pedoman aset yang lebih baik dan terstruktur.
Investasi Masa Depan
Bendahara Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Hilman Latief, dalam acara Pengajian Umum PP Muhammadiyah yang bertemakan "Resiliensi Keuangan: Mencari Model Penguatan Ekonomi Ormas" pada Jumat malam, 26 Juni 2026 menyebut angka-angka fantastis yang ramai dibicarakan publik tersebut belum bisa diverifikasi secara pasti karena proses penghitungan riil di internal organisasi masih berjalan.
Dalam acara yang disiarkan secara langsung melalui TV Muhammadiyah (TVMU) ini menyoroti tata kelola aset organisasi yang kini telah memasuki usia 114 tahun.
Hilman menanggapi kabar yang beredar di media sosial mengenai nilai aset Muhammadiyah yang diklaim mencapai Rp400 triliun hingga Rp425 triliun.
"Bendahara umum saja belum menghitung, sampai Pak Ketua Umum bilang ke saya, 'Mas, belum dihitung, kayaknya belum deh kita menghitungnya.' Saya tanya ke wilayah, berapa asetnya di provinsi? Bingung. Mungkin sekian triliun, baru perkiraan semuanya," ujar Hilman.
Meskipun demikian, Hilman mengapresiasi kebanggaan warga persyarikatan terhadap isu tersebut. Ia menegaskan bahwa PP Muhammadiyah saat ini terus bergerak maju untuk merapikan administrasi melalui penyusunan pedoman-pedoman aset yang lebih baik dan terstruktur.
Investasi Masa Depan