home edukasi & pesantren

Ustadz Fauzan Hidayatullah Ingatkan Dai Jangan Mudah Mengkafirkan, Dakwah di Era Digital Harus Moderat dan Kreatif

Ahad, 28 Juni 2026 - 06:16 WIB
Alumni UIN Syarif Hidayatullah sekaligus dai, Ustadz Dr KH Fauzan Hidayatullah. (Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta;Alumni UIN Syarif Hidayatullah sekaligus dai, Ustadz Dr KH Fauzan Hidayatullah, mengingatkan para calon dai agar tidak terjebak pada sikap ekstrem dalam memahami agama. Menurutnya, dakwah di era digital harus mengedepankan moderasi beragama, toleransi, serta cara penyampaian yang kreatif agar pesan Islam dapat diterima masyarakat luas.

Hal itu disampaikannya saat memberikan pembekalan kepada peserta Da'i Club. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa dalam kajian ilmu kalam terdapat dua kelompok ekstrem yang perlu diwaspadai.

Kelompok pertama adalah at-tatharruf at-tasyaddudi atau ekstrem kanan. Fauzan menjelaskan, kelompok ini memiliki beberapa tingkatan, mulai dari puritanisme agama, fundamentalisme dan radikalisme, hingga terorisme.

Menurutnya, kelompok puritan cenderung memahami ajaran agama secara tekstual sehingga berbagai tradisi keagamaan yang tidak dianggap sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah langsung dinilai sebagai bid'ah.

"Maulid Nabi bid'ah, tahlilan bid'ah, yasinan bid'ah sampai bedug di masjid bid'ah," ujarnya diselingi candaan dalam Seminar Nasional Launching FDIKOM DAI Club (FDC) "Jejaring Da'i Muda Untuk Penguatan Moderasi Beragama", di Theater Prof. Dr. H. R. Husnul Aqib Suminto, Jakarta, dikutip Minggu (28/6/2026).

Pada tingkat berikutnya, lanjut Fauzan, kelompok fundamentalisme dan radikalisme memiliki kecenderungan melakukan takfiri atau mudah mengafirkan pihak lain. Sementara pada tingkat terorisme, terjadi penyalahpahaman terhadap konsep jihad hingga melahirkan tindakan seperti bom bunuh diri.

Ia mengutip pandangan Jamal Albana yang menyatakan bahwa jihad pada masa sekarang bukanlah mati di jalan Allah, melainkan bagaimana menjaga dan memperhatikan hak hidup orang lain.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya