Kemenag Latih Hampir 59 Ribu Guru dan Ustaz Kuasai AI, Pesantren Jadi Fokus Utama
Tim langit 7
Rabu, 01 Juli 2026 - 15:18 WIB
Direktur Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said. (Dok: Kemenag)
LANGIT7.ID-Jakarta; Kementerian Agama bekerja sama dengan Microsoft Elevate dan NU Care Global by LAZISNU menggelar Program AI Teaching Power. Berjalan sejak November 2025 hingga Juni 2026, program ini melatih 58.968 tenaga pendidik dari 38 provinsi.
Program AI Teaching Power berfokus pada upaya meningkatkan kapasitas tenaga pendidik formal maupun nonformal dalam memanfaatkan AI secara praktis, etis, dan relevan untuk pembelajaran abad ke-21, dengan prioritas pada pesantren dan madrasah.
Direktur Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said, mengatakan bahwa perkembangan teknologi harus dipandang sebagai peluang untuk memperkuat mutu pesantren tanpa meninggalkan jati diri kekhasannya.
"Kita ingin pesantren siap menghadapi perkembangan teknologi melalui transformasi digital yang adaptif, namun tetap berpijak pada nilai, adab, dan karakter pendidikan Islam. AI harus menjadi instrumen untuk memperkuat kualitas pembelajaran, bukan menggantikan peran guru maupun tradisi keilmuan pesantren," ujar Basnang saat AI Teaching Power Impact Forum di Kantor Microsoft Indonesia, Jakarta, dalam keterangannya dikutipRabu (1/7/2026).
Forum tersebut menjadi momentum refleksi sekaligus penegasan bahwa pemanfaatan AI di lingkungan pendidikan Islam tidak boleh berhenti sebagai pelatihan jangka pendek, melainkan berkembang menjadi gerakan nasional peningkatan kapasitas guru, ustaz, dan tenaga pendidik pesantren secara berkelanjutan.
Sepanjang pelaksanaan program, AI Teaching Power mencatat sebanyak hampir 59 ribu tenaga pendidik mengikuti pelatihan dan menghasilkan 92.052 sertifikasi kompetensi. Sepertiga (29,33 %) peserta berasal dari pondok pesantren, disusul MTs/sederajat (23,94 persen), MA/sederajat (20,28 persen), MI/sederajat (15,92 persen), institusi pendidikan lain (7,55 persen), dan TK/PAUD (2,98 persen). Hal ini memperlihatkan bahwa pesantren menjadi salah satu basis utama transformasi digital melalui program yang melibatkan 12.418 institusi pendidikan. Program ini diproyeksikan memberikan dampak pembelajaran kepada 2.358.720 murid dan santri di seluruh Indonesia.
Dari sisi gender, partisipasi tenaga pendidik berlangsung cukup seimbang dengan 52 persen perempuan dan 48 persen laki-laki. Ini menunjukkan antusiasme tinggi pendidik perempuan dalam meningkatkan literasi AI dan beradaptasi terhadap transformasi pendidikan digital.
Program AI Teaching Power berfokus pada upaya meningkatkan kapasitas tenaga pendidik formal maupun nonformal dalam memanfaatkan AI secara praktis, etis, dan relevan untuk pembelajaran abad ke-21, dengan prioritas pada pesantren dan madrasah.
Direktur Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said, mengatakan bahwa perkembangan teknologi harus dipandang sebagai peluang untuk memperkuat mutu pesantren tanpa meninggalkan jati diri kekhasannya.
"Kita ingin pesantren siap menghadapi perkembangan teknologi melalui transformasi digital yang adaptif, namun tetap berpijak pada nilai, adab, dan karakter pendidikan Islam. AI harus menjadi instrumen untuk memperkuat kualitas pembelajaran, bukan menggantikan peran guru maupun tradisi keilmuan pesantren," ujar Basnang saat AI Teaching Power Impact Forum di Kantor Microsoft Indonesia, Jakarta, dalam keterangannya dikutipRabu (1/7/2026).
Forum tersebut menjadi momentum refleksi sekaligus penegasan bahwa pemanfaatan AI di lingkungan pendidikan Islam tidak boleh berhenti sebagai pelatihan jangka pendek, melainkan berkembang menjadi gerakan nasional peningkatan kapasitas guru, ustaz, dan tenaga pendidik pesantren secara berkelanjutan.
Sepanjang pelaksanaan program, AI Teaching Power mencatat sebanyak hampir 59 ribu tenaga pendidik mengikuti pelatihan dan menghasilkan 92.052 sertifikasi kompetensi. Sepertiga (29,33 %) peserta berasal dari pondok pesantren, disusul MTs/sederajat (23,94 persen), MA/sederajat (20,28 persen), MI/sederajat (15,92 persen), institusi pendidikan lain (7,55 persen), dan TK/PAUD (2,98 persen). Hal ini memperlihatkan bahwa pesantren menjadi salah satu basis utama transformasi digital melalui program yang melibatkan 12.418 institusi pendidikan. Program ini diproyeksikan memberikan dampak pembelajaran kepada 2.358.720 murid dan santri di seluruh Indonesia.
Dari sisi gender, partisipasi tenaga pendidik berlangsung cukup seimbang dengan 52 persen perempuan dan 48 persen laki-laki. Ini menunjukkan antusiasme tinggi pendidik perempuan dalam meningkatkan literasi AI dan beradaptasi terhadap transformasi pendidikan digital.