home global news

Fadli Zon Resmikan Museum ITB, Tonggak Baru Pelestarian Sejarah dan Warisan Intelektual

Jum'at, 03 Juli 2026 - 19:05 WIB
Fadli Zon Resmikan Museum ITB, Tonggak Baru Pelestarian Sejarah dan Warisan Intelektual
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, meresmikan Museum Institut Teknologi Bandung (ITB) di Kampus ITB, Bandung, Jumat (3/7). Peresmian museum menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat ekosistem permuseuman nasional sekaligus mendorong pelestarian warisan intelektual perguruan tinggi sebagai bagian dari pemajuan kebudayaan Indonesia.

Peresmian Museum ITB ditandai dengan pengguntingan pita oleh Menteri Kebudayaan bersama Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, Ibu Sinta Nuriyah Wahid, Dato' Low Tuck Kwong, Filda Yusgiantoro, dan maestro seni patung Nyoman Nuarta. Selanjutnya, Menteri Kebudayaan bersama Rektor ITB menandatangani prasasti sebagai simbol resmi dibukanya Museum ITB untuk publik.

Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan mengapresiasi terwujudnya Museum ITB yang telah melalui proses panjang selama delapan tahun. Menurutnya, museum bukan sekadar tempat menyimpan artefak, melainkan ruang yang merekam perjalanan sejarah dan identitas sebuah institusi.

"Museum merupakan etalase budaya dan etalase peradaban. Ini bukan tempat penyimpanan artefak, tetapi memori kolektif sebuah institusi. ITB adalah institusi penting yang telah melahirkan banyak tokoh bangsa, sehingga keberadaan museum ini menjadi sangat penting untuk menjaga keberlanjutan memori kolektif tersebut," ujar Menbud dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026).

Menbud Fadli juga menegaskan bahwa kehadiran Museum ITB diharapkan menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lain di Indonesia untuk membangun museum sebagai ruang edukasi, riset, dan pelestarian sejarah institusi.

"Kita ingin menggerakkan setiap perguruan tinggi, terutama yang telah berusia lebih dari 50 tahun, memiliki museum. Indonesia saat ini memiliki sekitar 516 museum yang teregistrasi, dan dengan hadirnya Museum ITB kita berharap jumlah itu terus bertambah. Museum harus menjadi ruang yang hidup, dikunjungi masyarakat, menginspirasi generasi muda, sekaligus menjadi bagian penting dari ekonomi budaya Indonesia," tambahnya.

Sementara itu, Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara mengatakan Museum ITB dibangun dari mimpi bersama para penggagas untuk menghadirkan ruang yang mampu merawat sejarah sekaligus menginspirasi masa depan. "Museum ini bukan sekadar tempat menyimpan benda-benda bersejarah. Ini adalah ruang pengetahuan, ruang refleksi, ruang dialog, dan ruang inspirasi. Tidak hanya menjadi kenangan masa lalu, tetapi juga sumber pembelajaran untuk masa depan," ujar Rektor ITB.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya