home global news

Fadli Zon: Indonesia dan India Jalankan Restorasi Candi Prambanan Selama 10 Tahun

Rabu, 08 Juli 2026 - 22:41 WIB
Fadli Zon: Indonesia dan India Jalankan Restorasi Candi Prambanan Selama 10 Tahun
LANGIT7.ID-Jakarta; Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan, bersama Pemerintah Republik India memperkuat kerja sama pelestarian warisan budaya dunia melalui program konservasi dan restorasi Candi Perwara Kompleks Candi Prambanan. Kerja sama bertajuk Indonesia India Collaborative Culture Heritage Conservation ini dipaparkan oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, saat mendampingi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India, Narendra Modi, di Kawasan Candi Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Upaya ini merupakan bagian dari penguatan Kemitraan Strategis Komprehensif antara Indonesia-India, yang dituangkan dalam Letter of Intent for the Conservation and Restoration of Prambanan Temple Complex, salah satu agenda kerja sama yang sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya di Istana Negara pada 7 Juli 2026. Letter of Intent tersebut menjadi dasar penguatan kolaborasi Indonesia–India dalam konservasi dan restorasi Kompleks Candi Prambanan.

Program ini akan dilaksanakan oleh Indonesian Heritage Agency bersama Archaeological Survey of India (ASI) dengan mengedepankan pendekatan ilmiah, pertukaran keahlian, serta pemanfaatan teknologi konservasi terkini. Indonesia dan India akan menjalankan program konservasi ini selama sepuluh tahun. Tahap pertama akan difokuskan pada 54 Candi Perwara di kuadran timur laut Kompleks Candi Prambanan.

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menjelaskan makna spiritual, nilai, sejarah dan peradaban, konservasi, hingga pelestarian dan nilai-nilai universal Prambanan. “Prambanan merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia dan salah satu mahakarya arsitektur Hindu di Asia Tenggara. Relief Ramayana dan Krishnayana juga menjadi bukti nyata bahwa hubungan antara Nusantara dan India telah berlangsung selama selama berabad-abad melalui pertukaran gagasan, pengetahuan, seni, dan nilai-nilai budaya,” ujar Menbud dalam keterangannya, Rabu (8/7/2026).

Fokus utama kerja sama adalah konservasi dan pemugaran 224 candi perwara, yaitu candi-candi kecil pendamping yang tersusun dalam empat baris mengelilingi candi-candi utama Prambanan. Dari 224 candi perwara tersebut, baru 6 yang telah dipugar secara utuh, sementara 218 lainnya masih berada dalam kondisi reruntuhan. “Ribuan blok batu andesit asli juga masih tersebar, tertimbun, atau tercampur di berbagai titik kawasan. Keterbatasan metode dokumentasi yang komprehensif, bercampurnya batu-batu dari struktur candi yang berbeda, serta hilangnya sejumlah komponen asli menjadikan pemugaran candi perwara Prambanan sebagai salah satu pekerjaan anastilosis yang sangat kompleks,” jelas Menteri Fadli.

Tahap pertama program konservasi akan difokuskan pada kawasan Timur Laut kompleks Prambanan yang mencakup 54 candi perwara. Kawasan ini diharapkan menjadi model bagi tahapan konservasi berikutnya, dengan tetap mengutamakan standar ilmiah, prinsip keaslian, dan integritas Prambanan sebagai situs Warisan Dunia UNESCO.

“Kami berharap momentum kunjungan ini dapat mempercepat realisasi program pemugaran, dengan tetap menjaga standar ilmiah, keaslian, dan integritas Prambanan sebagai situs Warisan Dunia,” ujar Menbud.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya