Djarum Perluas Audisi Bulu Tangkis ke Luar Jawa, Buka Peluang Lebih Banyak Talenta Daerah
Tim langit 7
Selasa, 14 Juli 2026 - 12:26 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Pekanbaru; Bakti Olahraga Djarum Foundation menegaskan keputusan menggelar kembali Audisi Umum di luar Pulau Jawa bukan karena potensi pebulu tangkis muda di Pulau Jawa mulai menipis. Langkah tersebut diambil untuk memperluas jangkauan pembinaan sekaligus membuka kesempatan bagi talenta daerah yang selama ini belum banyak tersentuh.
Ketua Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin mengatakan sebagian besar pemain potensial di Pulau Jawa sudah terpantau dan banyak yang telah bergabung dengan klub masing-masing. Kondisi itu membuat ruang pencarian bibit baru lebih terbuka di berbagai daerah yang masih memiliki banyak anak berbakat tetapi belum memperoleh wadah maupun akses mengikuti seleksi di Jawa.
"Di Pulau Jawa sebagian besar pemain potensial sudah terpantau dan banyak yang sudah bergabung dengan klub masing-masing. Kami tidak bisa memaksa mereka pindah. Sementara di daerah-daerah masih banyak anak berbakat yang belum mendapatkan wadah," ujar Yoppy di GOR Angkasa, Pekanbaru, dikutip Selasa (14/7/2026).
Menurut Yoppy, perluasan lokasi audisi juga menjadi bagian dari upaya menjaga ekosistem bulu tangkis nasional agar berkembang lebih merata. Dengan membawa proses seleksi ke daerah, peluang menemukan pemain potensial baru diharapkan semakin besar.
Ia menilai kebijakan tersebut merupakan investasi jangka panjang bagi regenerasi bulu tangkis Indonesia. Dampaknya memang tidak akan langsung terlihat, namun hasilnya diyakini mulai tampak dalam satu hingga dua tahun mendatang.
Optimisme itu didasarkan pada pengalaman audisi sebelumnya. Yoppy mencontohkan Rusana yang ditemukan saat audisi di Palembang pada 2015 dan kemudian berkembang menjadi pemain berkualitas. Menurutnya, kemampuan teknik pemain daerah tidak kalah bersaing meski kesempatan bertanding di luar Pulau Jawa belum sebanyak di Jawa.
Pekanbaru menjadi lokasi pertama penyelenggaraan Audisi Umum PB Djarum di luar Pulau Jawa setelah sekian lama. Kegiatan yang dimulai pada 7 Juli 2026 itu diikuti sekitar 360 peserta. Jumlah tersebut masih berada di bawah target sekitar 500 peserta maupun capaian sebelum pandemi yang pernah mencapai sekitar 1.000 peserta, tetapi Yoppy menilai pelaksanaan perdana itu menjadi awal yang positif.
Ketua Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin mengatakan sebagian besar pemain potensial di Pulau Jawa sudah terpantau dan banyak yang telah bergabung dengan klub masing-masing. Kondisi itu membuat ruang pencarian bibit baru lebih terbuka di berbagai daerah yang masih memiliki banyak anak berbakat tetapi belum memperoleh wadah maupun akses mengikuti seleksi di Jawa.
"Di Pulau Jawa sebagian besar pemain potensial sudah terpantau dan banyak yang sudah bergabung dengan klub masing-masing. Kami tidak bisa memaksa mereka pindah. Sementara di daerah-daerah masih banyak anak berbakat yang belum mendapatkan wadah," ujar Yoppy di GOR Angkasa, Pekanbaru, dikutip Selasa (14/7/2026).
Menurut Yoppy, perluasan lokasi audisi juga menjadi bagian dari upaya menjaga ekosistem bulu tangkis nasional agar berkembang lebih merata. Dengan membawa proses seleksi ke daerah, peluang menemukan pemain potensial baru diharapkan semakin besar.
Ia menilai kebijakan tersebut merupakan investasi jangka panjang bagi regenerasi bulu tangkis Indonesia. Dampaknya memang tidak akan langsung terlihat, namun hasilnya diyakini mulai tampak dalam satu hingga dua tahun mendatang.
Optimisme itu didasarkan pada pengalaman audisi sebelumnya. Yoppy mencontohkan Rusana yang ditemukan saat audisi di Palembang pada 2015 dan kemudian berkembang menjadi pemain berkualitas. Menurutnya, kemampuan teknik pemain daerah tidak kalah bersaing meski kesempatan bertanding di luar Pulau Jawa belum sebanyak di Jawa.
Pekanbaru menjadi lokasi pertama penyelenggaraan Audisi Umum PB Djarum di luar Pulau Jawa setelah sekian lama. Kegiatan yang dimulai pada 7 Juli 2026 itu diikuti sekitar 360 peserta. Jumlah tersebut masih berada di bawah target sekitar 500 peserta maupun capaian sebelum pandemi yang pernah mencapai sekitar 1.000 peserta, tetapi Yoppy menilai pelaksanaan perdana itu menjadi awal yang positif.