Bayern Munich Kembali Benahi Struktur Gaji, Yang Boleh Sampai 340 Miliar Hanya Pengecualian
Sururi al faruq
Rabu, 15 Juli 2026 - 11:31 WIB
Bayern Munich Kembali Benahi Struktur Gaji, Yang Boleh Sampai 340 Miliar Hanya Pengecualian
LANGIT7.ID-Jerman; Berdasarkan laporan dari Abendzeitung, Bayern Munich telah belajar dari kesalahan masa lalu dan tidak akan lagi merasa "terpaksa" mempertahankan pemain jika masih ada keraguan terhadap pemain tersebut:
Bayern kembali meninjau secara serius tingkat gaji para pemain. Eberl telah ditugaskan sejak lama untuk menurunkan struktur gaji skuad; gaji sebesar Rp340 miliar atau lebih per tahun ke depan akan menjadi pengecualian.
Di masa lalu, pemain seperti Harry Kane, Jamal Musiala, Alphonso Davies, Joshua Kimmich, dan Dayot Upamecano diberi tawaran kontrak yang sangat besar. Dalam kasus Brown dan Saibari, komite transfer disebut-sebut bersikap tegas. Meskipun kedua pemain tersebut kini mendapat gaji jauh lebih tinggi dibandingkan di klub sebelumnya, gaji tahunan mereka dilaporkan kurang dari Rp204 miliar.
Sepertinya topik ini selalu muncul setiap musim panas, namun Bayern Munich sedang bergerak ke arah yang sulit dipertahankan jika situasi terus berjalan seperti saat ini. Sebagai klub besar, ini memang bagian dari persaingan di level tertinggi, dan Bayern Munich kemungkinan harus terus mencari cara untuk mengurangi kesalahan dalam pemberian gaji, daripada membayar harga tertinggi untuk pemain bintang.
Dalam kasus terkini seperti Kimmich, Upamecano, Davies, dan Musiala, Bayern Munich sebagian besar menawar tanpa pesaing dan menyetujui kontrak yang dianggap "ramah pemain" yang kemudian dikritik. Akankah jenis negosiasi kontrak seperti itu menjadi masa lalu, atau ini hanya sekadar inisiatif yang tidak akan mampu dijalankan klub?(*/saf/bavarian.footballworks)
Bayern kembali meninjau secara serius tingkat gaji para pemain. Eberl telah ditugaskan sejak lama untuk menurunkan struktur gaji skuad; gaji sebesar Rp340 miliar atau lebih per tahun ke depan akan menjadi pengecualian.
Di masa lalu, pemain seperti Harry Kane, Jamal Musiala, Alphonso Davies, Joshua Kimmich, dan Dayot Upamecano diberi tawaran kontrak yang sangat besar. Dalam kasus Brown dan Saibari, komite transfer disebut-sebut bersikap tegas. Meskipun kedua pemain tersebut kini mendapat gaji jauh lebih tinggi dibandingkan di klub sebelumnya, gaji tahunan mereka dilaporkan kurang dari Rp204 miliar.
Sepertinya topik ini selalu muncul setiap musim panas, namun Bayern Munich sedang bergerak ke arah yang sulit dipertahankan jika situasi terus berjalan seperti saat ini. Sebagai klub besar, ini memang bagian dari persaingan di level tertinggi, dan Bayern Munich kemungkinan harus terus mencari cara untuk mengurangi kesalahan dalam pemberian gaji, daripada membayar harga tertinggi untuk pemain bintang.
Dalam kasus terkini seperti Kimmich, Upamecano, Davies, dan Musiala, Bayern Munich sebagian besar menawar tanpa pesaing dan menyetujui kontrak yang dianggap "ramah pemain" yang kemudian dikritik. Akankah jenis negosiasi kontrak seperti itu menjadi masa lalu, atau ini hanya sekadar inisiatif yang tidak akan mampu dijalankan klub?(*/saf/bavarian.footballworks)
(lam)