home sosok muslim

Mengenang Syekh Hamad Al Thani: Tokoh di Balik Lahirnya Al Jazeera dan Diplomasi Media Global

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:04 WIB
Suasana khidmat menyelimuti Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Selasa (14/7/2026) saat saf demi saf jamaah berdiri tegak menunaikan shalat gaib.
Suasana khidmat menyelimuti Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Selasa (14/7/2026) saat saf demi saf jamaah berdiri tegak menunaikan shalat gaib. Ibadah ini digelar khusus untuk mendoakan mantan Emir Qatar, Syekh Hamad bin Khalifa Al Thani, yang baru saja berpulang keharibaanNya.

Bagi Indonesia dan dunia Islam, Syekh Hamad bukan sekadar mantan kepala negara, melainkan arsitek modern yang berhasil mengubah lanskap geopolitik dunia melalui kekuatan opini dan diplomasi media.

Ketua Umum DPP Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) sekaligus Ketua Umum Serikat Jurnalis Muslim Indonesia (Sajid), Ustaz Bachtiar Nasir (UBN), yang turut hadir di tengah jamaah, mengenang Syekh Hamad sebagai pemimpin yang sukses melakukan lompatan sejarah. Menurutnya, legasi terbesar almarhum terletak pada keberaniannya meletakkan pilar-pilar penting yang membuat Qatar memiliki posisi tawar sangat strategis di kancah internasional.

"Syekh Hamad memahami betul bahwa di era modern, kedaulatan sebuah bangsa tidak lagi hanya diukur dari kekuatan militer, melainkan dari kapasitas membangun kekuatan lunak (soft power) melalui jalur pendidikan, diplomasi, dan penguasaan media global," ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (15/7/2026).

Puncak dari visi soft power tersebut mewujud pada pertengahan era 1990-an, ketika Syekh Hamad mengambil keputusan berani untuk mendanai pendirian jaringan televisi berita Al Jazeera dengan investasi awal sebesar 150 juta dolar AS. Langkah ini menjadi titik balik sejarah jurnalisme. Kehadiran Al Jazeera sukses mendobrak dominasi dan hegemoni informasi media-media Barat yang selama puluhan tahun memonopoli narasi global.

Dengan mengusung gaya jurnalisme independen dan berani, media ini tumbuh menjadi raksasa berita yang menyuarakan perspektif penyeimbang, terutama dalam merekam penderitaan rakyat Palestina serta menyajikan sudut pandang berbeda selama berkecamuknya Perang Irak.

Legasi perdamaian dan kemakmuran ini juga ditegaskan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar. Mewakili pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia, Menag menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas wafatnya Syekh Hamad. Ia menyebut bahwa kepemimpinan almarhum tidak hanya berhasil memakmurkan rakyat Qatar, tetapi juga menjadi faktor penting yang mendorong kerja sama erat di kawasan Timur Tengah, dunia Islam, hingga tingkat internasional.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya