Peluang Jadi Juleha Makin Terbuka, Kebutuhan Global Diproyeksikan Capai 820 Tenaga Bersertifikat
Tim langit 7
Kamis, 16 Juli 2026 - 14:51 WIB
(Dok: KNEKS)
LANGIT7.ID-Jakarta; Profesi juru sembelih halal (juleha) disebut memiliki prospek yang semakin luas seiring meningkatnya kebutuhan tenaga bersertifikat di pasar internasional. Berdasarkan analisis terhadap 41 lembaga sertifikasi halal luar negeri yang bergerak di bidang rumah potong hewan, kebutuhan tenaga juleha diproyeksikan mencapai 820 orang. Kesempatan tersebut mencakup pekerjaan di rumah potong hewan halal, pabrik unggas dan daging, hingga lembaga sertifikasi, termasuk di negara-negara D-8.
President Director International Halal Prime Mohammad Zen Hafidz mengatakan profesi juleha kini tidak lagi dipandang sebagai pekerjaan tradisional. Menurutnya, profesi tersebut telah berkembang menjadi bagian strategis dalam industri daging halal di tingkat global.
"Juleha sekarang menjadi profesi strategis dalam industri daging halal, global," ujar Zen dalam keterangannya, Kamis (16/7/2026).
Ia menjelaskan bahwa profesi juru sembelih halal di Indonesia telah resmi diatur melalui Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Nomor 147 Tahun 2022. Standar tersebut memuat sepuluh unit kompetensi, sementara proses memperoleh sertifikasi dilakukan melalui pelatihan dan uji kompetensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi.
Pandangan serupa disampaikan Founder Kandang Juragan Farly Ramadhan. Ia menilai keberadaan juru sembelih halal yang telah mengantongi sertifikat memiliki posisi penting dalam rantai nilai industri hewan halal karena berperan pada tahap akhir penyembelihan yang menentukan status kehalalan produk.
Pembahasan mengenai prospek profesi tersebut disampaikan dalam sesi HEI Talks bertema "JULEHA: Beyond the Blade" yang menjadi bagian dari rangkaian D-8 Halal Expo Indonesia 2026. Kegiatan berlangsung pada Minggu (12/7/2026) di Senayan Tennis Indoor Complex, Jakarta, menghadirkan Mohammad Zen Hafidz dan Farly Ramadhan sebagai pembicara, dengan Ni Putu Desinthya sebagai moderator.
Selain peluang kerja, diskusi juga menyoroti Program One Village One Juleha yang menargetkan kehadiran sedikitnya satu juru sembelih halal kompeten di lebih dari 75.000 desa dan komunitas perkotaan.
President Director International Halal Prime Mohammad Zen Hafidz mengatakan profesi juleha kini tidak lagi dipandang sebagai pekerjaan tradisional. Menurutnya, profesi tersebut telah berkembang menjadi bagian strategis dalam industri daging halal di tingkat global.
"Juleha sekarang menjadi profesi strategis dalam industri daging halal, global," ujar Zen dalam keterangannya, Kamis (16/7/2026).
Ia menjelaskan bahwa profesi juru sembelih halal di Indonesia telah resmi diatur melalui Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Nomor 147 Tahun 2022. Standar tersebut memuat sepuluh unit kompetensi, sementara proses memperoleh sertifikasi dilakukan melalui pelatihan dan uji kompetensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi.
Pandangan serupa disampaikan Founder Kandang Juragan Farly Ramadhan. Ia menilai keberadaan juru sembelih halal yang telah mengantongi sertifikat memiliki posisi penting dalam rantai nilai industri hewan halal karena berperan pada tahap akhir penyembelihan yang menentukan status kehalalan produk.
Pembahasan mengenai prospek profesi tersebut disampaikan dalam sesi HEI Talks bertema "JULEHA: Beyond the Blade" yang menjadi bagian dari rangkaian D-8 Halal Expo Indonesia 2026. Kegiatan berlangsung pada Minggu (12/7/2026) di Senayan Tennis Indoor Complex, Jakarta, menghadirkan Mohammad Zen Hafidz dan Farly Ramadhan sebagai pembicara, dengan Ni Putu Desinthya sebagai moderator.
Selain peluang kerja, diskusi juga menyoroti Program One Village One Juleha yang menargetkan kehadiran sedikitnya satu juru sembelih halal kompeten di lebih dari 75.000 desa dan komunitas perkotaan.