Imam Besar Australia Puji Indonesia Jadi Role Model Kerukunan Beragama, Juga Kagumi Peran Bung Karno Menemukan Makam Imam Buchori
Nabil
Jum'at, 17 Juli 2026 - 07:46 WIB
Imam Besar Australia Puji Indonesia Jadi Role Model Kerukunan Beragama, Juga Kagumi Peran Bung Karno Menemukan Makam Imam Buchori
LANGIT7.ID-Jakarta; Imam Besar Australia, Yang Mulia Imam Shadi Alsuleiman, mengagumi Indonesia karena dinilai mampu menjadi role model dalam membangun hubungan harmonis antaragama. Pujian itu disampaikan saat ia berkunjung ke rumah dinas Ketua MPR Ahmad Muzani di kawasan Widya Candra, Jakarta, Kamis malam (16/7/2026).
Kedatangan Imam Shadi disambut hangat oleh Muzani, yang menganggapnya sebagai sahabat dekat yang lama tak bertemu. "Pertemuan ini menjadi momentum untuk mengobati kerinduan," ujar Muzani, yang langsung mendapat ucapan terima kasih dari Imam Shadi.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua MPR menyoroti eratnya hubungan antara Indonesia dan Australia. Namun, di luar dinamika bilateral, momen yang paling mengesankan dalam pertemuan itu adalah ketika Muzani menceritakan kisah sejarah tentang peran Presiden pertama RI, Soekarno, dalam menemukan makam Imam Bukhari di wilayah Uni Soviet kala itu.
Muzani menuturkan bahwa kisah bermula ketika Soekarno diundang oleh Nikita Khrushchev, pemimpin Uni Soviet saat itu. "Bung Karno mengatakan, 'Saya akan datang, tapi dengan satu syarat. Carikan makam Imam Bukhari di sekitar daerah Bukhara'," kenang Muzani menirukan ucapan Soekarno.
Menurut cerita yang disampaikan Muzani, Uni Soviet berhari-hari melakukan pencarian hingga akhirnya memastikan lokasi makam Imam Bukhari. Peristiwa itu terjadi pada tahun 1956, ketika Uni Soviet tengah berada di puncak kejayaannya pasca-kemenangan dalam Perang Dunia Kedua.
"Ketika itu, makamnya penuh semak belukar dan bahkan dijadikan gudang kayu," ungkap Muzani. "Setelah ditemukan, pihak Uni Soviet memberitahu Jakarta bahwa makamnya sudah ditemukan dan Bung Karno dipersilakan datang ke sana."
Sejak saat itu, makam Imam Bukhari tak pernah sepi dari peziarah hingga kini. "Imam Bukhari adalah guru kita semua yang menemukan kebenaran. Tanpa beliau, kita tidak mengerti mana hadis yang benar dan mana yang tidak," tegas Muzani.
Kedatangan Imam Shadi disambut hangat oleh Muzani, yang menganggapnya sebagai sahabat dekat yang lama tak bertemu. "Pertemuan ini menjadi momentum untuk mengobati kerinduan," ujar Muzani, yang langsung mendapat ucapan terima kasih dari Imam Shadi.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua MPR menyoroti eratnya hubungan antara Indonesia dan Australia. Namun, di luar dinamika bilateral, momen yang paling mengesankan dalam pertemuan itu adalah ketika Muzani menceritakan kisah sejarah tentang peran Presiden pertama RI, Soekarno, dalam menemukan makam Imam Bukhari di wilayah Uni Soviet kala itu.
Muzani menuturkan bahwa kisah bermula ketika Soekarno diundang oleh Nikita Khrushchev, pemimpin Uni Soviet saat itu. "Bung Karno mengatakan, 'Saya akan datang, tapi dengan satu syarat. Carikan makam Imam Bukhari di sekitar daerah Bukhara'," kenang Muzani menirukan ucapan Soekarno.
Menurut cerita yang disampaikan Muzani, Uni Soviet berhari-hari melakukan pencarian hingga akhirnya memastikan lokasi makam Imam Bukhari. Peristiwa itu terjadi pada tahun 1956, ketika Uni Soviet tengah berada di puncak kejayaannya pasca-kemenangan dalam Perang Dunia Kedua.
"Ketika itu, makamnya penuh semak belukar dan bahkan dijadikan gudang kayu," ungkap Muzani. "Setelah ditemukan, pihak Uni Soviet memberitahu Jakarta bahwa makamnya sudah ditemukan dan Bung Karno dipersilakan datang ke sana."
Sejak saat itu, makam Imam Bukhari tak pernah sepi dari peziarah hingga kini. "Imam Bukhari adalah guru kita semua yang menemukan kebenaran. Tanpa beliau, kita tidak mengerti mana hadis yang benar dan mana yang tidak," tegas Muzani.