Usai Spin-off, Bank BSN Tancap Gas Perkuat Kualitas Aset Sambil Kejar Target Rp87 Triliun
Tim langit 7
Senin, 20 Juli 2026 - 17:25 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; Memasuki paruh kedua 2026, PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) memilih memperkuat kualitas aset sebagai fokus utama agar ekspansi bisnis tetap berjalan secara amanah dan prudent. Langkah tersebut ditempuh seiring pertumbuhan kinerja perseroan yang melampaui target pada semester pertama tahun ini.
Kinerja itu tercermin dari laba bersih Bank BSN yang mencapai Rp444 miliar hingga Juni 2026 atau meningkat 10,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Realisasi tersebut telah mencapai 112,2 persen dari target semester I. Dari sisi profitabilitas, Net Interest Margin (NIM) meningkat menjadi 4 persen dari sebelumnya 3,72 persen, sementara pendapatan berbasis komisi (fee-based income) melonjak 89,9 persen menjadi Rp127,3 miliar.
Di sektor pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank BSN tercatat sebesar Rp61,6 triliun atau tumbuh 11,5 persen secara tahunan. Perseroan menyebut pertumbuhan dana murah turut didukung pengembangan layanan digital melalui aplikasi mobile banking Bale Syariah by BSN.
Ekspansi bisnis juga terlihat dari penyaluran pembiayaan yang mencapai Rp59,6 triliun hingga Juni 2026, meningkat 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka tersebut setara dengan 99,2 persen dari target semester I.
Sebagian besar pembiayaan masih ditopang sektor perumahan dengan kontribusi sekitar 93 persen dari total portofolio. Rinciannya terdiri atas KPR Subsidi sebesar Rp37,19 triliun, KPR Nonsubsidi Rp18,36 triliun, Yasa Griya Rp1,97 triliun, Non-Yasa Griya Rp1,28 triliun, serta pembiayaan Non-KPR sebesar Rp810 miliar.
Pada segmen KPR subsidi, Bank BSN menargetkan penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 73.700 unit sepanjang 2026. Hingga akhir Juni, realisasinya telah mencapai 27.888 unit.
Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, Bank BSN membidik total aset sekitar Rp87 triliun hingga akhir 2026. Perseroan juga menargetkan pembiayaan sekitar Rp66 triliun serta Dana Pihak Ketiga (DPK) sekitar Rp69 triliun pada tahun ini.
Kinerja itu tercermin dari laba bersih Bank BSN yang mencapai Rp444 miliar hingga Juni 2026 atau meningkat 10,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Realisasi tersebut telah mencapai 112,2 persen dari target semester I. Dari sisi profitabilitas, Net Interest Margin (NIM) meningkat menjadi 4 persen dari sebelumnya 3,72 persen, sementara pendapatan berbasis komisi (fee-based income) melonjak 89,9 persen menjadi Rp127,3 miliar.
Di sektor pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank BSN tercatat sebesar Rp61,6 triliun atau tumbuh 11,5 persen secara tahunan. Perseroan menyebut pertumbuhan dana murah turut didukung pengembangan layanan digital melalui aplikasi mobile banking Bale Syariah by BSN.
Ekspansi bisnis juga terlihat dari penyaluran pembiayaan yang mencapai Rp59,6 triliun hingga Juni 2026, meningkat 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka tersebut setara dengan 99,2 persen dari target semester I.
Sebagian besar pembiayaan masih ditopang sektor perumahan dengan kontribusi sekitar 93 persen dari total portofolio. Rinciannya terdiri atas KPR Subsidi sebesar Rp37,19 triliun, KPR Nonsubsidi Rp18,36 triliun, Yasa Griya Rp1,97 triliun, Non-Yasa Griya Rp1,28 triliun, serta pembiayaan Non-KPR sebesar Rp810 miliar.
Pada segmen KPR subsidi, Bank BSN menargetkan penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 73.700 unit sepanjang 2026. Hingga akhir Juni, realisasinya telah mencapai 27.888 unit.
Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, Bank BSN membidik total aset sekitar Rp87 triliun hingga akhir 2026. Perseroan juga menargetkan pembiayaan sekitar Rp66 triliun serta Dana Pihak Ketiga (DPK) sekitar Rp69 triliun pada tahun ini.