LANGIT7.ID-Jakarta; Memasuki paruh kedua 2026, PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) memilih memperkuat kualitas aset sebagai fokus utama agar ekspansi bisnis tetap berjalan secara amanah dan prudent. Langkah tersebut ditempuh seiring pertumbuhan kinerja perseroan yang melampaui target pada semester pertama tahun ini.
Kinerja itu tercermin dari laba bersih Bank BSN yang mencapai Rp444 miliar hingga Juni 2026 atau meningkat 10,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Realisasi tersebut telah mencapai 112,2 persen dari target semester I. Dari sisi profitabilitas, Net Interest Margin (NIM) meningkat menjadi 4 persen dari sebelumnya 3,72 persen, sementara pendapatan berbasis komisi (fee-based income) melonjak 89,9 persen menjadi Rp127,3 miliar.
Di sektor pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank BSN tercatat sebesar Rp61,6 triliun atau tumbuh 11,5 persen secara tahunan. Perseroan menyebut pertumbuhan dana murah turut didukung pengembangan layanan digital melalui aplikasi mobile banking Bale Syariah by BSN.
Ekspansi bisnis juga terlihat dari penyaluran pembiayaan yang mencapai Rp59,6 triliun hingga Juni 2026, meningkat 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka tersebut setara dengan 99,2 persen dari target semester I.
Sebagian besar pembiayaan masih ditopang sektor perumahan dengan kontribusi sekitar 93 persen dari total portofolio. Rinciannya terdiri atas KPR Subsidi sebesar Rp37,19 triliun, KPR Nonsubsidi Rp18,36 triliun, Yasa Griya Rp1,97 triliun, Non-Yasa Griya Rp1,28 triliun, serta pembiayaan Non-KPR sebesar Rp810 miliar.
Pada segmen KPR subsidi, Bank BSN menargetkan penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 73.700 unit sepanjang 2026. Hingga akhir Juni, realisasinya telah mencapai 27.888 unit.
Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, Bank BSN membidik total aset sekitar Rp87 triliun hingga akhir 2026. Perseroan juga menargetkan pembiayaan sekitar Rp66 triliun serta Dana Pihak Ketiga (DPK) sekitar Rp69 triliun pada tahun ini.
Modal untuk mengejar target tersebut sudah terlihat dari capaian aset per Juni 2026 yang mencapai Rp78,8 triliun atau tumbuh 20,1 persen dibandingkan Rp65,6 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Capaian itu bahkan telah memenuhi 100,8 persen target semester I 2026.
Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor mengatakan status Bank BSN sebagai entitas mandiri setelah spin-off menjadi momentum bagi perseroan untuk bergerak lebih cepat menghadapi dinamika industri.
"Pada tahun 2026, Bank BSN menargetkan total aset sekitar Rp87 triliun, pembiayaan sekitar Rp66 triliun, dan dana pihak ketiga (DPK) sekitar Rp69 triliun, dengan tetap menjaga kualitas pembiayaan dan kinerja profitabilitas," ujar Alex dalam keterangannya, Senin (20/7/2026).
Alex menambahkan, pada paruh kedua tahun ini perusahaan akan memprioritaskan percepatan pengelolaan kualitas aset, mengoptimalkan penagihan, serta memperkuat pencadangan agar ekspansi bisnis tetap berjalan amanah dan prudent.
(lam)