home global news

Sikapi Krisis Moral, Dewan Dakwah NTB Gelar Dialog Kebangsaan

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:37 WIB
Ketua Pengawas Dewan Dakwah NTB yang juga mantan Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ustaz Abdullah Hehamahua. Foto: Istimewa.
Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyelenggarakan Dialog Kebangsaan bertajuk “Selamatkan Indonesia dari Multikrisis” di Aula Utama Kampus Qur’an Al Mukhlisin Qur’anic College, Lombok Barat, Senin (20/7/2026). Diskusi interaktif ini diikuti oleh jajaran tokoh agama, akademisi, mahasiswa, serta perwakilan masyarakat.

Direktur Al Mukhlisin Qur’anic College yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Dewan Dakwah NTB, Ustaz Muhammad Muhlis, membuka acara tersebut secara resmi. Dalam sambutannya, ia menggarisbawahi bahwa gerakan dakwah perlu bertransformasi menjadi solusi konkret di tengah masyarakat.

"Gerakan dakwah tidak hanya terbatas pada ceramah mimbar, melainkan diwujudkan melalui kerja-kerja sosial nyata," ujarnya melalui keterangan tertulis, Selasa (21/7/2026).

Ustaz Muhlis menambahkan, forum tersebut diinisiasi sebagai respons atas dinamika publik yang diwarnai kegelisahan terhadap krisis moral, sosial, ekonomi, hingga isu kepemimpinan nasional. Dewan Dakwah NTB memandang persoalan bangsa saat ini telah menyentuh aspek mendasar seperti nilai dan arah peradaban, sehingga dibutuhkan kesadaran kolektif untuk menata kembali fondasi etika publik.

Hadir sebagai narasumber utama, Ketua Pengawas DDII NTB yang juga mantan Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ustaz Abdullah Hehamahua. Dia memaparkan pentingnya dakwah sebagai gerakan kesadaran untuk memperkuat integritas dan daya tahan bangsa.

Menurut dia, krisis nasional saat ini dipicu oleh penurunan kualitas moral, minimnya keteladanan, serta memudarnya nilai kejujuran dalam tata kelola pemerintahan. "Kami mendorong gerakan dakwah untuk membentuk masyarakat yang kritis, berani menyuarakan kebenaran, menolak praktik korupsi, serta aktif mengawal kebijakan publik agar berorientasi pada kesejahteraan rakyat," ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Dewan Dakwah NTB berharap tercipta kepemimpinan yang amanah serta mendorong adanya tindakan nyata dari para tokoh, akademisi, dan mahasiswa agar gagasan penyelamatan bangsa tidak sekadar berhenti pada wacana diskusi semata.
(zhd)
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya