Himpun 87 Ormas Islam, Presiden Prabowo Dijadwalkan Buka KUII VIII 2026
Ahmad zuhdi
Rabu, 22 Juli 2026 - 11:20 WIB
Himpun 87 Ormas Islam, Presiden Prabowo Dijadwalkan Buka KUII VIII 2026
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan membuka secara resmi Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Hotel Bidakara, Jakarta, pada Jumat (24/7/2026) sore. Gelaran lima tahunan garapan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini mengusung tema "Umat Bersatu, Bangsa Berdaulat, Negara Kuat" dan akan berlangsung hingga 26 Juli 2026.
Wakil Ketua Umum MUI sekaligus Ketua Steering Committee KUII VIII, KH Marsudi Syuhud, menyampaikan bahwa forum ini bakal diikuti sekitar 87 organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam dari seluruh Indonesia. Sebagai wadah pemersatu, MUI memfasilitasi musyawarah ini untuk membahas berbagai isu strategis kebangsaan.
"Acara ini akan dibuka oleh Presiden pada 24 Juli sekitar pukul 16.00 WIB, yang kemudian dilanjutkan dengan rangkaian sidang pleno," ujar Kiai Marsudi dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Rabu (22/7/2026).
Kiai Marsudi menegaskan, KUII VIII bukan sekadar ajang seremonial, melainkan ruang penyampaian gagasan serta masukan konstruktif bagi pemerintah demi kemaslahatan bangsa. Rangkaian sidang pleno selama tiga hari akan menghadirkan menteri, pimpinan lembaga negara, aparat penegak hukum, hingga akademisi.
"Kami berharap Kongres Umat Islam Indonesia ini menghasilkan rekomendasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional sekaligus memperkuat peran umat Islam dalam menjawab berbagai tantangan kebangsaan. Tujuannya adalah untuk kemaslahatan bangsa dan anak bangsanya," sambungnya.
Isu-isu utama yang bakal dibahas mencakup penguatan demokrasi, kebijakan pembangunan, ketahanan pangan dan energi, ekonomi, penegakan hukum, pendidikan, hingga dinamika geopolitik global. Selain ormas Islam, pembukaan kongres juga mengundang perwakilan lintas agama guna memperkaya perspektif kebangsaan.
Wakil Ketua Umum MUI sekaligus Ketua Steering Committee KUII VIII, KH Marsudi Syuhud, menyampaikan bahwa forum ini bakal diikuti sekitar 87 organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam dari seluruh Indonesia. Sebagai wadah pemersatu, MUI memfasilitasi musyawarah ini untuk membahas berbagai isu strategis kebangsaan.
"Acara ini akan dibuka oleh Presiden pada 24 Juli sekitar pukul 16.00 WIB, yang kemudian dilanjutkan dengan rangkaian sidang pleno," ujar Kiai Marsudi dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Rabu (22/7/2026).
Kiai Marsudi menegaskan, KUII VIII bukan sekadar ajang seremonial, melainkan ruang penyampaian gagasan serta masukan konstruktif bagi pemerintah demi kemaslahatan bangsa. Rangkaian sidang pleno selama tiga hari akan menghadirkan menteri, pimpinan lembaga negara, aparat penegak hukum, hingga akademisi.
"Kami berharap Kongres Umat Islam Indonesia ini menghasilkan rekomendasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional sekaligus memperkuat peran umat Islam dalam menjawab berbagai tantangan kebangsaan. Tujuannya adalah untuk kemaslahatan bangsa dan anak bangsanya," sambungnya.
Isu-isu utama yang bakal dibahas mencakup penguatan demokrasi, kebijakan pembangunan, ketahanan pangan dan energi, ekonomi, penegakan hukum, pendidikan, hingga dinamika geopolitik global. Selain ormas Islam, pembukaan kongres juga mengundang perwakilan lintas agama guna memperkaya perspektif kebangsaan.
(zhd)