Kepala BGN Mundur, DPR Minta Program MBG Tetap Berjalan dan Dievaluasi
Ahmad zuhdi
Rabu, 22 Juli 2026 - 13:47 WIB
Kepala BGN Mundur, DPR Minta Program MBG Tetap Berjalan dan Dievaluasi
Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi NasDem, Nurhadi, menghormati keputusan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri dari posisinya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) akibat masalah kesehatan. Nurhadi menekankan bahwa pergantian pimpinan di BGN sama sekali tidak boleh mengganggu keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Kesehatan adalah hal yang utama. Kami mendoakan agar Ibu Nanik segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala," kata Nurhadi dalam keterangannya, Rabu (22/7/2026).
Meski demikian, Legislator dari Dapil Jawa Timur VII ini mengingatkan bahwa stabilitas kepemimpinan BGN sangat penting. Sebab, program MBG menyangkut hajat jutaan anak, ibu hamil, ibu menyusui, serta kelompok rentan di seluruh Indonesia.
Guna mencegah kekosongan pengambil keputusan, Komisi IX DPR meminta pemerintah segera menunjuk Kepala BGN definitif yang berintegritas dan memiliki kapasitas mumpuni. Pasalnya, BGN tengah menghadapi tantangan besar, mulai dari penguatan tata kelola, pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), perbaikan kualitas makanan, hingga transparansi anggaran.
Selain itu, Nurhadi menilai momen pergantian kepemimpinan ini perlu dimanfaatkan sebagai ajang evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program MBG di lapangan.
"Keberhasilan program tidak cukup hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari kualitas pelayanan dan dampaknya terhadap perbaikan status gizi masyarakat. Kepentingan masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama di atas segala dinamika pergantian pejabat," pungkasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Nanik mengundurkan diri karena harus menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri dan telah menyampaikan keputusan tersebut langsung kepada Presiden. Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui pengunduran diri Nanik S Deyang dari jabatannya sebagai Kepala BGN dan berpotensi ditunjuk menjadi Ketua Dewan Pengawas.
"Kesehatan adalah hal yang utama. Kami mendoakan agar Ibu Nanik segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala," kata Nurhadi dalam keterangannya, Rabu (22/7/2026).
Meski demikian, Legislator dari Dapil Jawa Timur VII ini mengingatkan bahwa stabilitas kepemimpinan BGN sangat penting. Sebab, program MBG menyangkut hajat jutaan anak, ibu hamil, ibu menyusui, serta kelompok rentan di seluruh Indonesia.
Guna mencegah kekosongan pengambil keputusan, Komisi IX DPR meminta pemerintah segera menunjuk Kepala BGN definitif yang berintegritas dan memiliki kapasitas mumpuni. Pasalnya, BGN tengah menghadapi tantangan besar, mulai dari penguatan tata kelola, pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), perbaikan kualitas makanan, hingga transparansi anggaran.
Selain itu, Nurhadi menilai momen pergantian kepemimpinan ini perlu dimanfaatkan sebagai ajang evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program MBG di lapangan.
"Keberhasilan program tidak cukup hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari kualitas pelayanan dan dampaknya terhadap perbaikan status gizi masyarakat. Kepentingan masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama di atas segala dinamika pergantian pejabat," pungkasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Nanik mengundurkan diri karena harus menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri dan telah menyampaikan keputusan tersebut langsung kepada Presiden. Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui pengunduran diri Nanik S Deyang dari jabatannya sebagai Kepala BGN dan berpotensi ditunjuk menjadi Ketua Dewan Pengawas.
(zhd)