Pemprov DKI Siapkan Revitalisasi Jakarta Islamic Centre, Skema Kerja Sama dengan Pihak Luar Disiapkan
Tim langit 7
Kamis, 23 Juli 2026 - 11:39 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai mematangkan persiapan revitalisasi Masjid Raya Jakarta Islamic Centre (JIC) di Koja, Jakarta Utara, yang hingga kini belum kembali dibangun setelah mengalami kebakaran pada 2022. Salah satu tahapan yang sedang dilakukan ialah menghitung kebutuhan renovasi sebelum pekerjaan fisik dimulai.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan proses perhitungan tersebut menjadi dasar untuk menentukan pelaksanaan perbaikan masjid. Pernyataan itu disampaikannya di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (16/7).
"Untuk Islamic Center atau masjid yang ada di Jakarta Utara, sekarang sedang dalam proses perhitungan untuk segera dilakukan perbaikan dan renovasi," ujar Pramono, dikutip Kamis (23/7/2026).
Menurut dia, lamanya proyek revitalisasi belum berjalan membuat Pemprov DKI membuka peluang menggandeng pihak luar agar proses renovasi dapat dipercepat. Meski demikian, identitas pihak yang akan diajak bekerja sama belum diungkapkan.
"Nanti pihak luarnya akan saya sampaikan," kata Pramono.
Ia menjelaskan, pola kolaborasi yang tengah disiapkan memiliki konsep yang kurang lebih serupa dengan program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).
"Sebagai bagian untuk apa, kalau di swasta kan ada CSR, tapi itu kurang lebih seperti itulah," tuturnya.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan proses perhitungan tersebut menjadi dasar untuk menentukan pelaksanaan perbaikan masjid. Pernyataan itu disampaikannya di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (16/7).
"Untuk Islamic Center atau masjid yang ada di Jakarta Utara, sekarang sedang dalam proses perhitungan untuk segera dilakukan perbaikan dan renovasi," ujar Pramono, dikutip Kamis (23/7/2026).
Menurut dia, lamanya proyek revitalisasi belum berjalan membuat Pemprov DKI membuka peluang menggandeng pihak luar agar proses renovasi dapat dipercepat. Meski demikian, identitas pihak yang akan diajak bekerja sama belum diungkapkan.
"Nanti pihak luarnya akan saya sampaikan," kata Pramono.
Ia menjelaskan, pola kolaborasi yang tengah disiapkan memiliki konsep yang kurang lebih serupa dengan program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).
"Sebagai bagian untuk apa, kalau di swasta kan ada CSR, tapi itu kurang lebih seperti itulah," tuturnya.