home masjid

Memuliakan Nabi dengan Kata Sayyidina dalam Shalawat

Jum'at, 22 Oktober 2021 - 20:30 WIB
Memuliakan Nabi dengan kata Sayyidina dalam shalawat. (Foto: Istimewa).
Memuliakan Nabi dengan kata Sayyidina dalam shalawat merupakan hal baik. Ustadz Abdul Somad menilai kalimat ini bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad.

Sayyid artinya penghulu, sementara sayyidu atau sayyidina memiliki makna pemimpin. UAS sapaannya mengaku tak mengapa bila menambahkan kata sayyidina dalam shalawat.

Misal, Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad. Namun dia tidak menyalahkan juga bila ada yang bershalawat dengan kalimat allahumma shalli ala Muhammad.

Menurut dia, perbedaan padangan dalam penggunaan kata tersebut dalam shalawat merupakan hal yang tak perlu dibesar-besarkan. "Kalau masalah ini jangan fanatik," kata UAS dalam kutipan ceramahnya di Youtube.

Bacaan shalawat sendiri berbunyai "Allahumma sholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad, kamaa shallaita ala Ibrahim wa ala ali Ibrahim, innaka hamiidum majid."

Dalilnya hadist diriwayatkan Ka'ab bin Ujroh saat bertanya kepada Rasulullah cara bershalawat. Bacaan shalawat lainnya, termasuk yang disyariatkan yakni mengucapkan "shallallahu alaihi wasallam" atau "alaihish shalaatu was salaam".

Namun ummat Islam saat ini banyak mengenal varias shalawat. Pada hakikatnya, shalawat tersebut merupakan salam, doa dan pujian kepada Nabi Muhanmmad shallallahu alaihi wasallam, bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Nabi.
(bal)
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
shalawat sayyidina nabi muhammad
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya