Program KITA SEHAT, Kerja Sama Indonesia-Australia Perkuat Layanan Kesehatan Primer Hingga Pelosok Daerah
Lusi mahgriefie
Ahad, 26 Juli 2026 - 08:05 WIB
Momen peluncuran program kemitraan KITA SEHAT, kerja sama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia. Foto: dok.Kemenkes
Program kemitraan KITA SEHAT (Indonesia-Australia Health Transformation Partnership) telah resmi diluncurkan. Fokus utama program ini yaitu memperkuat layanan kesehatan primer, ketahanan kesehatan, serta pendekatan One Health dari tingkat pusat hingga ke pelosok daerah.
Kerja sama antara Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Australia dalam program KITA SEHAT ini bernilai hingga AUD100 juta.
Kemitraan dengan periode 2025-2033 ini dilaksanakan dalam dua tahap dengan melibatkan Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Pertanian sebagai instansi pelaksana, berkoordinasi dengan Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia, serta didukung WHO, UNICEF, dan UNFPA sebagai mitra pembangunan.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa setiap dukungan internasional harus dirancang secara taktis agar memberikan dampak nyata yang dapat langsung dirasakan masyarakat, terutama di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.
"Pemerintah harus menjaga masyarakat agar tetap sehat. Fokus utama harus berada pada layanan primer, baru kemudian layanan rujukan. Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Australia yang telah membantu Indonesia. Namun, saya juga membutuhkan target yang benar-benar spesifik dan fokus yang jelas. Jangan sampai kegiatannya banyak, tetapi hasilnya tidak terlihat," katanya, dikutip Minggu (26/7/2026).
Oleh karena itu, ia meminta dukungan agar layanan primer berjalan baik, termasuk memastikan cakupan imunisasi meningkat hingga di atas 90 persen, pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis, penurunan stunting, serta pengendalian faktor risiko penyakit.
Baca juga: Hari Anak Nasional: Allianz Ungkap Klaim Kesehatan Anak Tembus Rp212 Miliar, ISPA Jadi Penyakit Terbanyak
Kerja sama antara Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Australia dalam program KITA SEHAT ini bernilai hingga AUD100 juta.
Kemitraan dengan periode 2025-2033 ini dilaksanakan dalam dua tahap dengan melibatkan Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Pertanian sebagai instansi pelaksana, berkoordinasi dengan Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia, serta didukung WHO, UNICEF, dan UNFPA sebagai mitra pembangunan.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa setiap dukungan internasional harus dirancang secara taktis agar memberikan dampak nyata yang dapat langsung dirasakan masyarakat, terutama di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.
"Pemerintah harus menjaga masyarakat agar tetap sehat. Fokus utama harus berada pada layanan primer, baru kemudian layanan rujukan. Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Australia yang telah membantu Indonesia. Namun, saya juga membutuhkan target yang benar-benar spesifik dan fokus yang jelas. Jangan sampai kegiatannya banyak, tetapi hasilnya tidak terlihat," katanya, dikutip Minggu (26/7/2026).
Oleh karena itu, ia meminta dukungan agar layanan primer berjalan baik, termasuk memastikan cakupan imunisasi meningkat hingga di atas 90 persen, pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis, penurunan stunting, serta pengendalian faktor risiko penyakit.
Baca juga: Hari Anak Nasional: Allianz Ungkap Klaim Kesehatan Anak Tembus Rp212 Miliar, ISPA Jadi Penyakit Terbanyak