LANGIT7.ID-, New York - - Perdana Menteri Israel
Benjamin Netanyahu berencana mengunjungi
New York pada September ini untuk menghadiri
Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA).Kunjungan tersebut berlangsung di tengah seruan Wali Kota New York
Zohran Mamdani agar Netanyahu ditangkap
terkait perang di Gaza.Netanyahu diketahui menghadapi surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas dugaan kejahatan perang di Gaza. Israel telah menolak tuduhan tersebut.
Baca juga: Netanyahu Makin Sulit Keliling Dunia, Terancam Ditangkap di 125 NegaraDuta Besar Israel untuk PBB Danny Danon mengatakan Netanyahu akan melakukan kunjungan singkat selama sekitar 24 jam ke New York untuk menyampaikan pidato dalam pertemuan tahunan para pemimpin dunia tersebut.
Menurut Danon, Netanyahu tetap akan datang karena “tidak ada pilihan lain”. Ia menegaskan bahwa bagi Israel, kehadiran Netanyahu dalam Sidang Umum PBB merupakan hal penting.
Netanyahu dijadwalkan tiba di New York pada 23 September malam. Ia kemudian akan menyampaikan pidato di Sidang Umum PBB pada sore 24 September sebelum kembali ke Israel pada malam harinya.
Seruan Penangkapan dari Wali Kota New YorkRencana kunjungan Netanyahu berlangsung setelah Mamdani menyerukan agar perdana menteri Israel tersebut ditangkap. Mamdani menyebut Netanyahu sebagai “penjahat perang” terkait konflik di Gaza.
Namun, New York City tidak memiliki kewenangan untuk menjalankan surat perintah penangkapan yang dikeluarkan ICC. Dan lagi, Amerika Serikat dan Israel juga bukan negara anggota ICC.
Baca juga: Pertarungan Trump dan Walikota Muslim New York Zohran Mamdani Soal Penangkapan Netanyahu, Siapa Kuat?Danon menilai pernyataan Mamdani merupakan bagian dari kepentingan politik. Ia menuduh wali kota New York tersebut melakukan politik dengan menyalahkan Israel.
“Kalian tahu, menjadi sangat populer untuk melakukan politik dengan menyalahkan Israel,” ujar Danon.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan dari kantor Mamdani terkait rencana kedatangan Netanyahu ke New York.
Diperkirakan Ada Aksi ProtesKunjungan singkat Netanyahu juga diperkirakan berlangsung di tengah potensi aksi protes. Pada 2025, pidato Netanyahu di ruang Sidang Umum PBB mendapat respons berupa aksi walkout massal dari perwakilan sejumlah negara.
Danon memperkirakan aksi serupa dapat kembali terjadi dan memicu lebih banyak kekacauan di jalan-jalan New York selama berlangsungnya pertemuan tingkat tinggi PBB.
“Saya berharap akan ada pertunjukan seperti sebelumnya,” kata Danon.
Namun, ia menilai Netanyahu sudah berpengalaman menghadapi situasi semacam itu dan tetap akan menyampaikan pidatonya.
Baca juga: Zohran Mamdani Sebut Netanyahu Penjahat Perang, Bakal Ditangkap Bila Masuk ke New York City“Saya yakin dia akan menyampaikan pidatonya meskipun ada upaya-upaya tersebut,” ujar Danon.
Tuduhan ICC terhadap NetanyahuICC sebelumnya menyatakan terdapat alasan yang masuk akal untuk menduga Netanyahu menggunakan “kelaparan sebagai senjata perang” dengan membatasi pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza.
ICC juga menuduh adanya serangan yang secara sengaja diarahkan terhadap warga sipil selama konflik berlangsung. Israel membantah tuduhan tersebut.
Kunjungan Netanyahu ke New York kali ini juga berlangsung ketika Sidang Umum PBB digelar bertepatan dengan hari-hari besar Yahudi serta di tengah berlangsungnya kampanye pemilu di Israel. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Netanyahu hanya akan berada di New York dalam waktu singkat.
(Sumber: Saudi Gazette)(est)