Israel Gerebek Radio Qur'an di Tepi Barat, Klaim Terlibat Terorisme
Esti setiyowati
Selasa, 28 Juli 2026 - 19:46 WIB
Israel Gerebek Radio Quran di Tepi Barat, Klaim Terlibat Terorisme. Foto: Eye on Palestine
Militer Israel menggerebek kantor Radio Al-Huda Qur'an di Kota Qalqilya, Tepi Barat, Selasa (28/7/2026), lalu menutup operasionalstasiun radio tersebut serta menyita sejumlah peralatan siaran.
Menurut laporan Anadolu yang mengutip sumber-sumber lokal, pasukan Israel dalam jumlah besar, dengan sebuah buldoser, memasuki Kota Qalqilya sebelum menyerbu kantor Radio Al-Huda.
Sumber tersebut mengatakan bahwa pasukan Israel menutup stasiun radio dan membawa sejumlah peralatan juga barang-barang lain dari dalam gedung. Hingga kini belum diketahui secara pasti jenis peralatan yang disita maupun berapa lama penutupan akan diberlakukan.
Baca juga:Militer Israel Perketat Aturan Media untuk Lindungi Tentara dari Tuntutan Kejahatan Perang
Militer Israel memasang pemberitahuan di pintu masuk kantor radio yang menyatakan bahwa lembaga tersebut telah ditetapkan sebagai organisasi ilegal dan ditutup karena diduga terlibat serta mendukung aktivitasterorisme.
Penggerebekan itu terjadi di tengah rangkaian operasi militer Israel yang hampir setiap hari dilakukan di berbagai wilayah Tepi Barat. Operasi tersebut juga disertai penangkapan warga Palestina serta penggeledahan rumah dan bangunan.
Pada hari yang sama, pasukan Israel dilaporkan menangkap sedikitnya 14 warga Palestina, termasuk seorang perempuan, dalam serangkaian penggerebekan di sejumlah kota di Tepi Barat.
Menurut laporan Anadolu yang mengutip sumber-sumber lokal, pasukan Israel dalam jumlah besar, dengan sebuah buldoser, memasuki Kota Qalqilya sebelum menyerbu kantor Radio Al-Huda.
Sumber tersebut mengatakan bahwa pasukan Israel menutup stasiun radio dan membawa sejumlah peralatan juga barang-barang lain dari dalam gedung. Hingga kini belum diketahui secara pasti jenis peralatan yang disita maupun berapa lama penutupan akan diberlakukan.
Baca juga:Militer Israel Perketat Aturan Media untuk Lindungi Tentara dari Tuntutan Kejahatan Perang
Militer Israel memasang pemberitahuan di pintu masuk kantor radio yang menyatakan bahwa lembaga tersebut telah ditetapkan sebagai organisasi ilegal dan ditutup karena diduga terlibat serta mendukung aktivitasterorisme.
Penggerebekan itu terjadi di tengah rangkaian operasi militer Israel yang hampir setiap hari dilakukan di berbagai wilayah Tepi Barat. Operasi tersebut juga disertai penangkapan warga Palestina serta penggeledahan rumah dan bangunan.
Pada hari yang sama, pasukan Israel dilaporkan menangkap sedikitnya 14 warga Palestina, termasuk seorang perempuan, dalam serangkaian penggerebekan di sejumlah kota di Tepi Barat.