Indonesia Terima Kedatangan 1,1 Juta Vaksin Pfizer dan 800.000 AstraZeneca
Garry Talentedo Kesawa
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 17:00 WIB
Sebanyak 1,1 juta vaksin pfizer dan 800.000 astrazeneca tiba di Indonesia, Jumat (22/10). (Foto: Dok. Kominfo)
Indonesia kembali kedatangan vaksin tahap 97 dan 98 pada Jumat (22/10). Vaksin yang mendarat di Indonesia adalah vaksin Pfizer sebanyak 1.182.870 dosis dan AstraZeneca sejumlah 844.820 dosis.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, menjelaskan bahwa vaksin Pfizer yang tiba di Jakarta, Semarang, dan Surabaya ini diperoleh melalui skema pembelian langsung. Sementara vaksin AstraZeneca merupakan hibah dari Pemerintah Jepang.
"Dengan ketibaan kedua jenis vaksin ini, maka total vaksin yang telah hadir di Indonesia sekitar 291 juta dosis baik dalam bentuk vaksin jadi maupun bahan baku," kata Nadia dalam keterangan tertulis yang diterima Langit7.id.
Baca juga:Vaksinasi dan Prokes Kunci Pemulihan Parekraf
Nadia mengatakan bahwa kedatangan vaksin berkelanjutan ini merupakan wujud pemerintah dalam mengejar kekebalan komunal atau capaian vaksinasi di atas 70 persen.
"Upaya membangun kekebalan komunal terus dilakukan meski tingkat penularan Covid-19 di Indonesia telah jauh menurun. Kita bersyukur, Indonesia bisa terus menambah ketersediaan vaksin secara intens dalam beberapa pekan terakhir dan hal ini akan terus berlanjut," ujarnya.
Menurut data per 22 Oktober 2021 sore, 111,9 juta orang Indonesia telah mendapatkan vaksin dosis pertama atau 53,75 persen dari sasaran vaksinasi nasional. Sedangkan yang telah mendapatkan vaksin lengkap sebanyak 66,7 juta orang atau 32 persen.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, menjelaskan bahwa vaksin Pfizer yang tiba di Jakarta, Semarang, dan Surabaya ini diperoleh melalui skema pembelian langsung. Sementara vaksin AstraZeneca merupakan hibah dari Pemerintah Jepang.
"Dengan ketibaan kedua jenis vaksin ini, maka total vaksin yang telah hadir di Indonesia sekitar 291 juta dosis baik dalam bentuk vaksin jadi maupun bahan baku," kata Nadia dalam keterangan tertulis yang diterima Langit7.id.
Baca juga:Vaksinasi dan Prokes Kunci Pemulihan Parekraf
Nadia mengatakan bahwa kedatangan vaksin berkelanjutan ini merupakan wujud pemerintah dalam mengejar kekebalan komunal atau capaian vaksinasi di atas 70 persen.
"Upaya membangun kekebalan komunal terus dilakukan meski tingkat penularan Covid-19 di Indonesia telah jauh menurun. Kita bersyukur, Indonesia bisa terus menambah ketersediaan vaksin secara intens dalam beberapa pekan terakhir dan hal ini akan terus berlanjut," ujarnya.
Menurut data per 22 Oktober 2021 sore, 111,9 juta orang Indonesia telah mendapatkan vaksin dosis pertama atau 53,75 persen dari sasaran vaksinasi nasional. Sedangkan yang telah mendapatkan vaksin lengkap sebanyak 66,7 juta orang atau 32 persen.