Pelanggan KA Lokal Bandung Raya Tembus 11,87 Juta, KAI Dorong Infrastruktur Berbasis Kebutuhan
Dwi sasongko
Ahad, 09 Agustus 2026 - 09:29 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kebutuhan masyarakat terhadap layanan kereta api di kawasan Bandung Raya terus meningkat. Sepanjang Januari–Juli 2026, layanan KA lokal di wilayah Bandung Raya melayani 11.872.273 pelanggan, naik 8,55 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 10.936.955 pelanggan.
Jika dibandingkan Januari–Juli 2023 yang mencapai 8.595.185 pelanggan, jumlah pelanggan pada periode yang sama tahun ini telah meningkat 38,13 persen. Perkembangan tersebut menunjukkan adanya basis mobilitas yang semakin kuat di kawasan Bandung Raya.
Tren tahunan memperlihatkan pola serupa. Sepanjang 2023, layanan di Bandung Raya mencatat 14.720.252 pelanggan. Jumlahnya meningkat 9,77 persen menjadi 16.159.458 pelanggan pada 2024, kemudian kembali naik 15,89 persen menjadi 18.727.224 pelanggan pada 2025. Dalam dua tahun, volume pelanggan bertambah sekitar 27,22 persen.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, data tersebut penting dalam melihat hubungan antara perkembangan sebuah kawasan dengan kebutuhan infrastruktur transportasi massal.
“Bandung Raya memberi gambaran yang cukup jelas. Ketika aktivitas masyarakat meningkat dan kebutuhan perjalanan sudah terbentuk, kapasitas transportasi publik harus dipersiapkan untuk mengikutinya. Data pelanggan menjadi salah satu dasar penting untuk menentukan apa yang perlu diperkuat dan kapan penguatan itu dibutuhkan,” ujar Anne.
Kebutuhan tersebut juga berlangsung cukup konsisten. Pada Januari–Juli 2026, pelanggan KA lokal Bandung Raya berada pada kisaran 1,45 juta hingga 1,84 juta pelanggan setiap bulan. Pada Maret 2026 tercatat sekitar 1,84 juta pelanggan, sedangkan pada Juli mencapai sekitar 1,77 juta pelanggan.
Menurut Anne, pola seperti ini menjadi penting ketika pemerintah dan operator menilai kebutuhan peningkatan kapasitas lintas. Penguatan infrastruktur dapat mencakup kapasitas jalur, sistem persinyalan, fasilitas stasiun, akses menuju layanan, kesiapan armada, serta opsi pengembangan teknologi seperti elektrifikasi.
Jika dibandingkan Januari–Juli 2023 yang mencapai 8.595.185 pelanggan, jumlah pelanggan pada periode yang sama tahun ini telah meningkat 38,13 persen. Perkembangan tersebut menunjukkan adanya basis mobilitas yang semakin kuat di kawasan Bandung Raya.
Tren tahunan memperlihatkan pola serupa. Sepanjang 2023, layanan di Bandung Raya mencatat 14.720.252 pelanggan. Jumlahnya meningkat 9,77 persen menjadi 16.159.458 pelanggan pada 2024, kemudian kembali naik 15,89 persen menjadi 18.727.224 pelanggan pada 2025. Dalam dua tahun, volume pelanggan bertambah sekitar 27,22 persen.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, data tersebut penting dalam melihat hubungan antara perkembangan sebuah kawasan dengan kebutuhan infrastruktur transportasi massal.
“Bandung Raya memberi gambaran yang cukup jelas. Ketika aktivitas masyarakat meningkat dan kebutuhan perjalanan sudah terbentuk, kapasitas transportasi publik harus dipersiapkan untuk mengikutinya. Data pelanggan menjadi salah satu dasar penting untuk menentukan apa yang perlu diperkuat dan kapan penguatan itu dibutuhkan,” ujar Anne.
Kebutuhan tersebut juga berlangsung cukup konsisten. Pada Januari–Juli 2026, pelanggan KA lokal Bandung Raya berada pada kisaran 1,45 juta hingga 1,84 juta pelanggan setiap bulan. Pada Maret 2026 tercatat sekitar 1,84 juta pelanggan, sedangkan pada Juli mencapai sekitar 1,77 juta pelanggan.
Menurut Anne, pola seperti ini menjadi penting ketika pemerintah dan operator menilai kebutuhan peningkatan kapasitas lintas. Penguatan infrastruktur dapat mencakup kapasitas jalur, sistem persinyalan, fasilitas stasiun, akses menuju layanan, kesiapan armada, serta opsi pengembangan teknologi seperti elektrifikasi.