Turki Tegaskan Pakta Pertahanan Makkah Tidak Diarahkan ke Iran
Sururi al faruq
Senin, 10 Agustus 2026 - 13:39 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Mekkah; Para pemimpin Turki menegaskan bahwa pakta pertahanan trilateral baru dengan Arab Saudi dan Pakistan tidak ditujukan kepada Iran.
Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, mengatakan pada hari Sabtu bahwa pakta tersebut tidak mengidentifikasi Iran, atau negara mana pun, sebagai ancaman bersama.
Pakta Pertahanan Bersama Makkah ditandatangani pada hari Jumat oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang menyatakan bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu dari tiga negara akan dianggap sebagai serangan terhadap mereka semua.
"Tidak ada ancaman bersama yang kami tuliskan," kata Fidan kepada kantor berita negara Turki, Anadolu, seraya menambahkan bahwa negara-negara yang tidak menyerang para penandatangan tidak akan dianggap sebagai sasaran.
Komitmen Gaya Pasal 5
Fidan menggambarkan pakta tersebut secara "teknis" mirip dengan klausul pertahanan kolektif Pasal 5 NATO, di mana serangan terhadap satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap semua anggota.
Namun tanggapannya akan bergantung pada situasi.
Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, mengatakan pada hari Sabtu bahwa pakta tersebut tidak mengidentifikasi Iran, atau negara mana pun, sebagai ancaman bersama.
Pakta Pertahanan Bersama Makkah ditandatangani pada hari Jumat oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang menyatakan bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu dari tiga negara akan dianggap sebagai serangan terhadap mereka semua.
"Tidak ada ancaman bersama yang kami tuliskan," kata Fidan kepada kantor berita negara Turki, Anadolu, seraya menambahkan bahwa negara-negara yang tidak menyerang para penandatangan tidak akan dianggap sebagai sasaran.
Komitmen Gaya Pasal 5
Fidan menggambarkan pakta tersebut secara "teknis" mirip dengan klausul pertahanan kolektif Pasal 5 NATO, di mana serangan terhadap satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap semua anggota.
Namun tanggapannya akan bergantung pada situasi.