home wirausaha syariah

Bukan Sekadar ETF, Begini Cara Emas Fisik Terhubung ke Pasar Modal Indonesia

Selasa, 11 Agustus 2026 - 05:02 WIB
(Dok: Ilustrasi Langit7.id)
LANGIT7.ID-Jakarta; Emas fisik kini memiliki jalur baru menuju pasar modal Indonesia. Di balik perdagangan ETF emas di Bursa Efek Indonesia (BEI), terdapat rangkaian proses yang menghubungkan emas sebagai aset fisik dengan kepemilikan elektronik hingga akhirnya dapat diperdagangkan dalam bentuk unit ETF.

Rangkaian tersebut melibatkan emas fisik sebagai aset dasar, Electronic Gold Receipt (EGR) yang tercatat di KSEI sebagai representasi kepemilikan elektronik atas emas, serta unit ETF emas yang diperdagangkan di BEI.

Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat mengatakan, mekanisme tersebut menjadi bagian dari upaya menghubungkan pasar modal dengan ekosistem bullion nasional.

“Produk ini juga menjadi bagian dari penguatan ekosistem bulion nasional melalui integrasi antara Pasar Modal dengan bulion, sehingga mampu mendukung pendalaman pasar keuangan nasional,” kata Samsul.

KSEI mencatat pendaftaran EGR PT Pegadaian pada 3 Agustus 2026. Beberapa hari kemudian, pendaftaran lima ETF emas dilakukan pada 6-7 Agustus 2026.

Dengan demikian, peluncuran ETF emas pada Senin (10/8/2026) bukan hanya menghadirkan instrumen investasi baru di BEI. Ada infrastruktur yang menghubungkan kepemilikan atas emas dengan sistem pasar modal.

Skemanya dimulai dari penyediaan emas fisik sebagai aset dasar. Kepemilikan tersebut kemudian direpresentasikan secara elektronik melalui Electronic Gold Receipt (EGR) yang dicatat di KSEI.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya