home community

Bank Muamalat Bantu Anak Pelosok, Kisah Santri Sekolah Pakai Sandal Jepit Bikin Haru

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:30 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; Bagi sebagian orang, sepasang sepatu baru mungkin hanya pelengkap untuk memulai hari pertama sekolah. Di kelompok masyarakat lainnya, satu kaleng rendang atau sekarung beras hanyalah kebutuhan sehari-hari yang mudah didapat. Namun di pelosok Indonesia, barang-barang sederhana tersebut sering kali menjadi harapan yang telah lama dinantikan.



Di sebuah desa transmigrasi di Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, puluhan santri Pondok Darurrosyidin datang ke sekolah dengan sandal jepit yang sudah usang. Sebagian bahkan tidak lagi memiliki alas kaki yang layak. Bukan karena mereka tidak ingin memiliki sepatu, melainkan karena keterbatasan ekonomi keluarga yang mayoritas bekerja sebagai petani tembakau yang menggantungkan hasil panen pada musim hujan sehingga pendapatan menjadi tidak menentu.



Sama halnya dengan warga di Desa Dedeta, Kecamatan Loloda, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Untuk membeli sepatu sekolah maupun perlengkapan pendidikan lainnya warga harus menempuh perjalanan laut hingga enam jam menuju kota. Jarak yang jauh dan biaya transportasi yang mahal membuat banyak keluarga memilih menunda membeli sepatu baru bagi anak-anak mereka.



Melalui Program Sepatu Impian, PT Bank Muamalat Indonesia Tbk bersama Baitulmaal Muamalat (BMM) menyalurkan 50 pasang Sepatu Impian kepada anak-anak di Desa Dedeta dan 63 pasang sepatu kepada santri Pondok Darurrosyidin sebagai bekal menyambut tahun ajaran baru.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya