55 Tahun Dakwah Pedalaman DDII: Selamatkan dan Jayakan NKRI dengan Dakwah
Ahmad zuhdi
Ahad, 16 Agustus 2026 - 11:34 WIB
Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) kembali melepas 132 dai terpilih pada 2026 untuk berbakti di segenap pelosok negeri. Foto: Istimewa.
Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) kembali melepas 132 dai terpilih pada 2026 untuk berbakti di segenap pelosok negeri. Mereka diterjunkan di berbagai daerah dalam kegiatan Pelepasan Dai dan Tasyakur 55 Tahun Dakwah Pedalaman DDII yang berlangsung Sabtu, 15 Agustus 2026.
Program dakwah pedalaman yang dirintis Mohammad Natsir sejak awal-awal berdirinya DDII, 1967. Kegiatan tersebut telah menjadi bagian dari perjalanan panjang pendampingan masyarakat Indonesia. Selama 55 tahun, ribuan dai telah dikirim ke berbagai wilayah, termasuk daerah dengan keterbatasan akses pendidikan, kesehatan, dan layanan dasar. Hingga saat ini, lebih dari 10 ribu dai telah menjalankan pengabdian untuk masyarakat.
Ketua Umum Dewan Da'wah, Ustaz Adian Husaini mengatakan, para dai yang dikirim ini telah menjalani proses pendidikan yang panjang, setingkat S1 di STID M Natsir Dua tahun mereka dididik di asrama. Dan 2 tahun aktif di masjid dan majelis taklim. Sekarang mereka menjalani program pendidikan di lapangan, dengan terjun langsung ke tengah-tengah umat.
"Para dai tidak hanya bertugas mengaktifkan masjid dan majelis, tetapi juga hadir sebagai pendamping masyarakat melalui kegiatan pendidikan, pembinaan keagamaan, pemberdayaan sosial, serta dukungan terhadap kebutuhan dasar warga di wilayah pengabdian," kata Adian akhir pekan ini,
Kehadiran dai pedalaman turut berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs). Pada SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, Dewan Dakwah memiliki ekosistem pendidikan yang mencakup 114 lembaga pendidikan tingkat dasar hingga menengah, 51 pesantren dan PKBM, serta 36 kampus atau instansi pendidikan tinggi dengan total 10 ribu lebih peserta didik.
Baca Juga:Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT
"Di luar pendidikan formal, lebih dari 117.979 masyarakat telah terbebas dari buta aksara Al-Qur’an melalui program pembinaan dan pengajaran Al-Qur’an," papar Adian.
Program dakwah pedalaman yang dirintis Mohammad Natsir sejak awal-awal berdirinya DDII, 1967. Kegiatan tersebut telah menjadi bagian dari perjalanan panjang pendampingan masyarakat Indonesia. Selama 55 tahun, ribuan dai telah dikirim ke berbagai wilayah, termasuk daerah dengan keterbatasan akses pendidikan, kesehatan, dan layanan dasar. Hingga saat ini, lebih dari 10 ribu dai telah menjalankan pengabdian untuk masyarakat.
Ketua Umum Dewan Da'wah, Ustaz Adian Husaini mengatakan, para dai yang dikirim ini telah menjalani proses pendidikan yang panjang, setingkat S1 di STID M Natsir Dua tahun mereka dididik di asrama. Dan 2 tahun aktif di masjid dan majelis taklim. Sekarang mereka menjalani program pendidikan di lapangan, dengan terjun langsung ke tengah-tengah umat.
"Para dai tidak hanya bertugas mengaktifkan masjid dan majelis, tetapi juga hadir sebagai pendamping masyarakat melalui kegiatan pendidikan, pembinaan keagamaan, pemberdayaan sosial, serta dukungan terhadap kebutuhan dasar warga di wilayah pengabdian," kata Adian akhir pekan ini,
Kehadiran dai pedalaman turut berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs). Pada SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, Dewan Dakwah memiliki ekosistem pendidikan yang mencakup 114 lembaga pendidikan tingkat dasar hingga menengah, 51 pesantren dan PKBM, serta 36 kampus atau instansi pendidikan tinggi dengan total 10 ribu lebih peserta didik.
Baca Juga:Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT
"Di luar pendidikan formal, lebih dari 117.979 masyarakat telah terbebas dari buta aksara Al-Qur’an melalui program pembinaan dan pengajaran Al-Qur’an," papar Adian.