home global news

Fadli Zon Siapkan Museum Persahabatan Indonesia-Timor Leste di TMII, Anjungan Timor Timur Bakal Dihidupkan Lagi

Ahad, 16 Agustus 2026 - 13:57 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; Mengusung semangat rekonsiliasi dan pelestarian sejarah bangsa, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan peninjauan ke kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Poros utama dari kunjungan kerja ini adalah rencana transformatif Kementerian Kebudayaan untuk menghidupkan kembali Anjungan Timor Timur. Fasilitas bersejarah yang dibangun pada era 1980-an tersebut akan direvitalisasi dan dialihfungsikan menjadi Museum Persahabatan dan Diplomasi antara Indonesia dengan Timor Leste. Langkah progresif ini sekaligus menjadi payung besar dari rangkaian modernisasi fasilitas budaya lainnya di kawasan tersebut, mencakup Museum Indonesia, Museum Perangko, Museum Pusaka, hingga Museum Purna Bhakti Pertiwi.

Sebagai fokus utama peninjauan, Menteri Kebudayaan menegaskan bahwa Anjungan Timor Timur memiliki nilai historis yang terlalu berharga untuk dibiarkan terbengkalai. Mengingat dinamika sejarah dan hubungan bilateral kedua negara, alih fungsi anjungan ini menjadi simbol diplomasi dan persaudaraan budaya dinilai sebagai langkah yang sangat visioner. Dalam kunjungannya, Menteri Kebudayaan menyampaikan langsung visi transformatif tersebut.

"Ini dulunya adalah Anjungan Timor-Timur. Kita tahu bahwa Timor Timur sekarang sudah menjadi negara Timor Leste sejak tahun 1999. Kita ingin merevitalisasi anjungan ini menjadi Museum Persahabatan Indonesia dan Timor Leste. Tentu ke depannya kita akan meminta masukan dari para sejarawan dan ahli,” ungkap Menbud, Minggu (16/8/2026).

Menbud juga menyampaikan akan mendatangkan artefak-artefak budaya yang menunjukkan akulturasi yang erat di perbatasan, seperti di Atambua, Belu, dan NTT pada umumnya, yang mempunyai kesamaan budaya dengan Timor Leste. “Mudah-mudahan langkah revitalisasi ini memastikan tidak ada museum atau anjungan yang mangkrak," tegas Menbud.

Merespons kunjungan Menteri Muda Kebudayaan Timor-Leste sebelumnya, Kementerian Kebudayaan akan segera mematangkan proses kurasi dan revitalisasi melalui dialog komprehensif bersama pakar kebudayaan, guna memastikan narasi persahabatan kedua negara tersampaikan secara edukatif dan harmonis.

Visi pembaruan ini tidak berhenti di satu titik, melainkan menyentuh ekosistem pelestarian budaya secara menyeluruh di dalam kawasan TMII. Beranjak dari kekaguman atas mahakarya Nusantara yang terawat apik di Museum Indonesia, Menteri Kebudayaan kemudian memberikan arahan modernisasi saat meninjau Museum Perangko. Guna menjawab tantangan era digital, fasilitas ini akan menjalani perbaikan tata pamer hingga percepatan digitalisasi.

selain itu, sentuhan teknologi dan keberlanjutan juga disiapkan untuk Museum Pusaka. Selain akan dilengkapi dengan narasi interaktif berbasis teknologi imersif dan instalasi panel surya, ruang penyimpanan sekaligus lokakarya pembuatan keris yang selama ini tertutup akan dijadikan panggung atraksi edukatif (showcase) yang dapat dinikmati langsung oleh pengunjung.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya