Lanud Supadio Perkuat Dukungan Operasi Udara Tekan Karhutla di Kalbar
Dwi sasongko
Sabtu, 22 Agustus 2026 - 05:02 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Pontianak; Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Supadio memperkuat dukungan operasi udara dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Barat melalui water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Sebagai Dansubsatgas Udara, Komandan Lanud Supadio Marsma TNI Sidik Setiyono, S.E., M.Han., mengendalikan dukungan operasi udara untuk memastikan penanganan karhutla berlangsung cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran. Dukungan tersebut dilaksanakan secara terpadu bersama pemerintah daerah dan instansi terkait dengan menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan.
Pada Jumat (21/8/2026), Komandan Lanud Supadio menyampaikan bahwa Lanud Supadio siap mengoptimalkan dukungan sesuai kemampuan dan tugas yang diemban. Kecepatan dalam menentukan sasaran, ketepatan penggunaan dukungan udara, serta koordinasi lintas instansi menjadi faktor penting dalam penanganan karhutla.
Melalui water bombing, helikopter dikerahkan untuk melakukan pemadaman langsung dari udara pada titik-titik karhutla yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mempercepat pemadaman, terutama di kawasan gambut dan wilayah dengan akses darat yang terbatas.
Selain pemadaman langsung, Lanud Supadio mendukung pelaksanaan OMC sebagai upaya mitigasi untuk meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah sasaran. Operasi tersebut diarahkan untuk membantu mempercepat turunnya hujan, khususnya di wilayah yang mengalami kekeringan dan memiliki potensi karhutla tinggi.
Untuk memastikan efektivitas operasi, Lanud Supadio terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, BNPB, BMKG, TNI-Polri, unsur pemadam kebakaran, serta masyarakat. Koordinasi dilakukan untuk memantau perkembangan titik api, menentukan prioritas penanganan, dan menyesuaikan dukungan udara dengan kondisi di lapangan.
Dengan dukungan operasi udara tersebut, Lanud Supadio terus berupaya mempercepat penanganan karhutla sekaligus mendukung upaya pengendalian agar kebakaran tidak meluas. Sinergi dan koordinasi lintas instansi terus diperkuat untuk memastikan setiap dukungan dapat diberikan sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.
Sebagai Dansubsatgas Udara, Komandan Lanud Supadio Marsma TNI Sidik Setiyono, S.E., M.Han., mengendalikan dukungan operasi udara untuk memastikan penanganan karhutla berlangsung cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran. Dukungan tersebut dilaksanakan secara terpadu bersama pemerintah daerah dan instansi terkait dengan menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan.
Pada Jumat (21/8/2026), Komandan Lanud Supadio menyampaikan bahwa Lanud Supadio siap mengoptimalkan dukungan sesuai kemampuan dan tugas yang diemban. Kecepatan dalam menentukan sasaran, ketepatan penggunaan dukungan udara, serta koordinasi lintas instansi menjadi faktor penting dalam penanganan karhutla.
Melalui water bombing, helikopter dikerahkan untuk melakukan pemadaman langsung dari udara pada titik-titik karhutla yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mempercepat pemadaman, terutama di kawasan gambut dan wilayah dengan akses darat yang terbatas.
Selain pemadaman langsung, Lanud Supadio mendukung pelaksanaan OMC sebagai upaya mitigasi untuk meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah sasaran. Operasi tersebut diarahkan untuk membantu mempercepat turunnya hujan, khususnya di wilayah yang mengalami kekeringan dan memiliki potensi karhutla tinggi.
Untuk memastikan efektivitas operasi, Lanud Supadio terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, BNPB, BMKG, TNI-Polri, unsur pemadam kebakaran, serta masyarakat. Koordinasi dilakukan untuk memantau perkembangan titik api, menentukan prioritas penanganan, dan menyesuaikan dukungan udara dengan kondisi di lapangan.
Dengan dukungan operasi udara tersebut, Lanud Supadio terus berupaya mempercepat penanganan karhutla sekaligus mendukung upaya pengendalian agar kebakaran tidak meluas. Sinergi dan koordinasi lintas instansi terus diperkuat untuk memastikan setiap dukungan dapat diberikan sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.