Cuaca Panas dan Kabut Asap, Khutbah Shalat Jumat di Singapura Dipersingkat
Esti setiyowati
Senin, 24 Agustus 2026 - 08:15 WIB
Cuaca Panas dan Kabut Asap, Khutbah Shalat Jumat di Singapura Dipersingkat. Foto: Pexels.
Majlis Ugama Islam Singapura atau Islamic Religious Council of Singapore (MUIS) menginstruksikan masjid-masjid di seluruh Singapura untuk memperpendek durasi khotbah shalat Jumat.
Kebijakan sementara itu diberlakukan menyusul kondisi cuaca yang semakin panas dan kabut asap yang melanda Singapura.
Baca juga: Hal-Hal Penting Dilakukan sebelum Khotbah Jumat Dimulai
Instruksi tersebut mulai berlaku pada Jumat, 21 Agustus 2026. MUIS menyampaikan kebijakan itu melalui unggahan di akun Facebook resminya.
MUIS mengatakan, pemendekan khotbah merupakan penyesuaian sementara yang diperlukan untuk merespons kondisi cuaca panas dan berkabut yang sedang dihadapi Singapura.
“Mulai pekan ini, sesi khotbah Jumat akan diperpendek untuk membantu menjaga kenyamanan jamaah selama menghadapi kondisi cuaca yang menantang ini,” kata MUIS dalam pernyataannya seperti dilaporkan Bernama.
MUIS menjelaskan, biasanya khotbah pertama shalat Jumat memiliki panjang sekitar enam hingga tujuh halaman. Dengan adanya kebijakan sementara tersebut, khotbah pertama akan dipangkas menjadi kurang dari empat halaman.
Kebijakan sementara itu diberlakukan menyusul kondisi cuaca yang semakin panas dan kabut asap yang melanda Singapura.
Baca juga: Hal-Hal Penting Dilakukan sebelum Khotbah Jumat Dimulai
Instruksi tersebut mulai berlaku pada Jumat, 21 Agustus 2026. MUIS menyampaikan kebijakan itu melalui unggahan di akun Facebook resminya.
MUIS mengatakan, pemendekan khotbah merupakan penyesuaian sementara yang diperlukan untuk merespons kondisi cuaca panas dan berkabut yang sedang dihadapi Singapura.
“Mulai pekan ini, sesi khotbah Jumat akan diperpendek untuk membantu menjaga kenyamanan jamaah selama menghadapi kondisi cuaca yang menantang ini,” kata MUIS dalam pernyataannya seperti dilaporkan Bernama.
MUIS menjelaskan, biasanya khotbah pertama shalat Jumat memiliki panjang sekitar enam hingga tujuh halaman. Dengan adanya kebijakan sementara tersebut, khotbah pertama akan dipangkas menjadi kurang dari empat halaman.