Fadli Zon Ungkap Makna 4 Pilar Kebangsaan di Hadapan 38 Tim Pelajar dari Seluruh Indonesia
Tim langit 7
Senin, 24 Agustus 2026 - 07:59 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menghadiri pembukaan Grand Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Tingkat Nasional di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen MPR/DPR RI, Jakarta. Di hadapan 38 tim pelajar perwakilan 38 provinsi, Menbud menekankan pentingnya memahami nilai-nilai kebangsaan sebagai bagian tidak terpisahkan dari perjalanan kebudayaan Indonesia.
Menurut Menbud Fadli, kehadiran para pelajar dari seluruh Indonesia menjadi gambaran nyata keberagaman bangsa sekaligus ruang perjumpaan generasi muda dari berbagai latar belakang budaya.
“Penyelenggaraan LCC Empat Pilar ini memiliki arti penting jika kita tinjau dari sudut pandang kebudayaan. Karena Empat Pilar Kebangsaan ini, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar dokumen hukum politik atau norma ketatanegaraan formal saja, tapi juga puncak-puncak kebudayaan kita,” ungkap Menbud Fadli, Senin (24/8/2026).
Menbud menjelaskan, nilai-nilai Empat Pilar memiliki keterkaitan erat dengan kearifan yang telah hidup dalam masyarakat Indonesia, seperti gotong royong, musyawarah, dan religiusitas. Kekayaan tersebut merupakan bagian dari mega-diversity Indonesia yang memiliki 1.340 suku bangsa, 718 bahasa daerah, serta 2.727 Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang telah tercatat.
Menbud Fadli menegaskan kebudayaan tidak hanya mencakup seni, tetapi juga berbagai aspek kehidupan masyarakat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Ia juga mengingatkan panjangnya perjalanan peradaban Nusantara, antara lain ditunjukkan oleh temuan lukisan purba di Leang Metanduno, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, yang berdasarkan penelitian berusia sekitar 67.800 tahun.
Menurut Menbud, keberagaman budaya Indonesia sejalan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Karena itu, LCC Empat Pilar tidak hanya perlu dimaknai sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai ruang bagi generasi muda untuk saling mengenal dan memahami keberagaman Indonesia.
“Kemenangan sejati bukan membawa pulang piala, tapi ketika mampu menerapkan nilai gotong royong, kejujuran, sportivitas, dan sebagai duta-duta budaya masing-masing,” tutur Menbud Fadli.
Menurut Menbud Fadli, kehadiran para pelajar dari seluruh Indonesia menjadi gambaran nyata keberagaman bangsa sekaligus ruang perjumpaan generasi muda dari berbagai latar belakang budaya.
“Penyelenggaraan LCC Empat Pilar ini memiliki arti penting jika kita tinjau dari sudut pandang kebudayaan. Karena Empat Pilar Kebangsaan ini, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar dokumen hukum politik atau norma ketatanegaraan formal saja, tapi juga puncak-puncak kebudayaan kita,” ungkap Menbud Fadli, Senin (24/8/2026).
Menbud menjelaskan, nilai-nilai Empat Pilar memiliki keterkaitan erat dengan kearifan yang telah hidup dalam masyarakat Indonesia, seperti gotong royong, musyawarah, dan religiusitas. Kekayaan tersebut merupakan bagian dari mega-diversity Indonesia yang memiliki 1.340 suku bangsa, 718 bahasa daerah, serta 2.727 Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang telah tercatat.
Menbud Fadli menegaskan kebudayaan tidak hanya mencakup seni, tetapi juga berbagai aspek kehidupan masyarakat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Ia juga mengingatkan panjangnya perjalanan peradaban Nusantara, antara lain ditunjukkan oleh temuan lukisan purba di Leang Metanduno, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, yang berdasarkan penelitian berusia sekitar 67.800 tahun.
Menurut Menbud, keberagaman budaya Indonesia sejalan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Karena itu, LCC Empat Pilar tidak hanya perlu dimaknai sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai ruang bagi generasi muda untuk saling mengenal dan memahami keberagaman Indonesia.
“Kemenangan sejati bukan membawa pulang piala, tapi ketika mampu menerapkan nilai gotong royong, kejujuran, sportivitas, dan sebagai duta-duta budaya masing-masing,” tutur Menbud Fadli.