home global news

Investasi Jakarta Tembus Rp173,6 Triliun, Rosan Ungkap Sektor yang Jadi Magnet Utama

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 17:48 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan P. Roeslani menegaskan peran penting Jakarta sebagai salah satu pusat pertumbuhan dan investasi utama yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Menurut Menteri Rosan, investasi global kini semakin bergerak menuju sektor-sektor strategis yang akan membentuk perekonomian masa depan, mulai dari infrastruktur digital, Artificial Intelligence (AI), energi bersih, manufaktur maju, hingga mineral kritis. Hal tersebut disampaikan Menteri Rosan saat menjadi pembicara kunci dalam Jakarta Investment Festival (JIF) Summit 2026 di Jakarta, Jumat (28/8).

“Tahap berikutnya dari hilirisasi tidak hanya berkutat seputar mineral dan pengolahannya, namun merambah ke infrastruktur digital, teknologi, inovasi, dan industri yang akan menentukan pertumbuhan dunia masa mendatang. Jakarta memiliki peran yang sangat penting dalam perjalanan ini,” ujar Menteri Rosan, dikutip Sabtu (29/8/2026).

Sepanjang semester I 2026, realisasi investasi di Jakarta mencapai Rp173,6 triliun atau 17,2% dari total realisasi investasi nasional. Jakarta juga memberikan kontribusi 16.3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada triwulan II 2026, mempertegas perannya sebagai salah satu motor utama perekonomian Indonesia. Realisasi investasi di Jakarta ditopang oleh beberapa sektor utama, yaitu sektor transportasi, pergudangan dan telekomunikasi dengan realisasi investasi sebesar Rp54,4 triliun atau menyumbang 31,3% dari total realisasi, sektor jasa lainnya (di dalamnya mencakup aktivitas web hosting, data center, portal web, rumah sakit dll) dengan realisasi investasi sebesar Rp43,6 triliun (25,1%), sektor perdagangan dan reparasi dengan realisasi investasi sebesar Rp28,4 triliun (16,4%), sektor perumahan dan perkantoran dengan realisasi sebesar Rp14,0 triliun (8,1%), serta sektor konstruksi dengan realisasi sebesar Rp12,9 triliun (7,4%).

Posisi Jakarta semakin strategis seiring dengan perkembangan ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan mencapai USD 360 miliar pada 2030. Sebagai salah satu pusat pengembangan data center di Indonesia, penguatan infrastruktur digital, generasi lanjut berbasis AI diharapkan semakin memperkuat daya tarik investasi Jakarta.

Selain itu, Menteri Rosan turut mengungkapkan bahwa Jakarta tengah dipersiapkan sebagai titik awal pusat finansial internasional di Indonesia. Peran ini akan memperkuat kepastian hukum serta penerapan praktik bisnis berstandar internasional.

Menteri Rosan menyampaikan bahwa keputusan investasi saat ini tidak lagi hanya ditentukan oleh faktor tradisional seperti besarnya pasar domestik dan biaya produksi yang rendah, tetapi juga oleh stabilitas, kepastian berusaha, kemitraan yang kuat, keandalan infrastruktur, serta kejelasan visi jangka panjang. Hal tersebut sejalan dengan tema penyelenggaraan keenam JIF Summit 2026, “Advancing Today, Securing Tomorrow”, yang menekankan pentingnya stabilitas ekonomi, investasi berdampak jangka panjang, serta kolaborasi strategis dalam mendukung pembangunan perkotaan yang berkelanjutan.

Kawal Investasi Melalui Fasilitasi Debottlenecking
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya