LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan P. Roeslani menegaskan peran penting Jakarta sebagai salah satu pusat pertumbuhan dan investasi utama yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Menurut Menteri Rosan, investasi global kini semakin bergerak menuju sektor-sektor strategis yang akan membentuk perekonomian masa depan, mulai dari infrastruktur digital, Artificial Intelligence (AI), energi bersih, manufaktur maju, hingga mineral kritis. Hal tersebut disampaikan Menteri Rosan saat menjadi pembicara kunci dalam Jakarta Investment Festival (JIF) Summit 2026 di Jakarta, Jumat (28/8).
“Tahap berikutnya dari hilirisasi tidak hanya berkutat seputar mineral dan pengolahannya, namun merambah ke infrastruktur digital, teknologi, inovasi, dan industri yang akan menentukan pertumbuhan dunia masa mendatang. Jakarta memiliki peran yang sangat penting dalam perjalanan ini,” ujar Menteri Rosan, dikutip Sabtu (29/8/2026).
Sepanjang semester I 2026, realisasi investasi di Jakarta mencapai Rp173,6 triliun atau 17,2% dari total realisasi investasi nasional. Jakarta juga memberikan kontribusi 16.3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada triwulan II 2026, mempertegas perannya sebagai salah satu motor utama perekonomian Indonesia. Realisasi investasi di Jakarta ditopang oleh beberapa sektor utama, yaitu sektor transportasi, pergudangan dan telekomunikasi dengan realisasi investasi sebesar Rp54,4 triliun atau menyumbang 31,3% dari total realisasi, sektor jasa lainnya (di dalamnya mencakup aktivitas web hosting, data center, portal web, rumah sakit dll) dengan realisasi investasi sebesar Rp43,6 triliun (25,1%), sektor perdagangan dan reparasi dengan realisasi investasi sebesar Rp28,4 triliun (16,4%), sektor perumahan dan perkantoran dengan realisasi sebesar Rp14,0 triliun (8,1%), serta sektor konstruksi dengan realisasi sebesar Rp12,9 triliun (7,4%).
Posisi Jakarta semakin strategis seiring dengan perkembangan ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan mencapai USD 360 miliar pada 2030. Sebagai salah satu pusat pengembangan data center di Indonesia, penguatan infrastruktur digital, generasi lanjut berbasis AI diharapkan semakin memperkuat daya tarik investasi Jakarta.
Selain itu, Menteri Rosan turut mengungkapkan bahwa Jakarta tengah dipersiapkan sebagai titik awal pusat finansial internasional di Indonesia. Peran ini akan memperkuat kepastian hukum serta penerapan praktik bisnis berstandar internasional.
Menteri Rosan menyampaikan bahwa keputusan investasi saat ini tidak lagi hanya ditentukan oleh faktor tradisional seperti besarnya pasar domestik dan biaya produksi yang rendah, tetapi juga oleh stabilitas, kepastian berusaha, kemitraan yang kuat, keandalan infrastruktur, serta kejelasan visi jangka panjang. Hal tersebut sejalan dengan tema penyelenggaraan keenam JIF Summit 2026, “Advancing Today, Securing Tomorrow”, yang menekankan pentingnya stabilitas ekonomi, investasi berdampak jangka panjang, serta kolaborasi strategis dalam mendukung pembangunan perkotaan yang berkelanjutan.
Kawal Investasi Melalui Fasilitasi DebottleneckingKementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM terus berkomitmen memperkuat kualitas iklim investasi melalui penyederhanaan dan percepatan layanan perizinan, peningkatan kepastian hukum dan regulasi, serta proses bisnis yang semakin dapat diprediksi.
Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui fasilitasi dan penyelesaian berbagai hambatan (debottlenecking) yang dihadapi proyek-proyek investasi, termasuk proyek investasi yang berlokasi di Jakarta. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Pemerintah Daerah, kementerian/lembaga terkait, serta para pemangku kepentingan lainnya agar komitmen investasi dapat segera terealisasi dan memberikan manfaat ekonomi.
“Kita ketahui bahwa Jakarta berkontribusi sangat signifikan terhadap total realisasi investasi di Indonesia, dan kalau kita lihat Jakarta hampir selalu masuk ke dalam lima besar bahkan semester ini peringkat ke-1. Tentunya, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM selalu berkolaborasi dengan Pemerintah Jakarta untuk memastikan proyek-proyek yang ada di Jakarta terfasilitasi dan implementasinya dapat berjalan dengan baik dan benar sehingga memberikan asas manfaat tidak hanya kepada Jakarta tetapi bagi perekonomian Indonesia. Pada intinya, kami berterimakasih dan memberikan apresiasi kepada Bapak Gubernur beserta jajaran yang selama ini telah sangat aktif berkomunikasi, berdiskusi, dan memberikan masukan agar kita semua bisa selalu bersinergi memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat,” tutup Menteri Rosan.
(lam)