home global news

Di Tengah Kemajuan AI, Haedar Nashir Tekankan Keunggulan Manusia Ada pada Akhlak

Ahad, 30 Agustus 2026 - 21:29 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Yogyakarta; Kemajuan Artificial Intelligence (AI) dinilai tidak serta-merta menghilangkan peran manusia. Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, justru menekankan pentingnya hati, akal, dan akhlak sebagai pembeda manusia dengan teknologi yang diciptakannya sendiri.

Pesan tersebut disampaikan Haedar saat menghadiri Wisuda dan Pelepasan Tholabah Pengabdian Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) di Dormitory Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Sabtu (29/8).

Menurut Haedar, perkembangan teknologi informasi yang semakin dahsyat telah menjadi kekuatan dominan yang memengaruhi kehidupan manusia. Kondisi itu semakin terasa dengan hadirnya media sosial hingga AI yang kini memiliki kemampuan semakin besar.

Haedar menyebut AI sebagai akal imitasi yang merupakan hasil ciptaan manusia. Namun, kemampuan teknologi tersebut justru dapat membuat manusia merasa tidak percaya diri terhadap kemampuan dirinya sendiri.

“AI itu sering disebut dengan akal imitasi, tetapi kemampuannya membuat si penciptanya sendiri itu merasa tidak pede. Bahkan merasa harus menjadi hambanya,” ujar Haedar, dikutip Minggu (30/8/2026).

Di tengah kondisi tersebut, Haedar mengingatkan para tholabah PUTM agar tidak kehilangan keunggulan yang melekat pada manusia. Menurut Guru Besar Ilmu Sosiologi tersebut, manusia tetap memiliki arti ketika mampu mengoptimalkan hati dan akalnya untuk berpikir dengan pijakan moral.

Kemampuan membedakan baik dan buruk, benar dan salah, serta pantas dan tidak pantas menjadi bagian penting dari keunggulan manusia. Haedar menjelaskan, hal tersebut berkaitan dengan al-akhlaq al-karimah yang menjadikan manusia sebagai makhluk beradab.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya