LANGIT7.ID, Jakarta,- -
Shalat Istisqa merupakan salah satu ibadah dalam Islam yang dilakukan sebagai bentuk doa dan ikhtiar untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT. Shalat ini umumnya dilaksanakan ketika suatu wilayah mengalami
kekeringan atau
musim kemarau berkepanjangan.Pelaksanaan
Shalat Istisqa dapat dilakukan dengan sejumlah tahapan. Dikutip dari laman
Muhammadiyah, berdasarkan fatwa
Majelis Tarjih, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum dan saat menjalankan shalat tersebut.
Baca juga: Daftar Daerah di Kalimantan yang Gelar Shalat Istisqa di Tengah Kekeringan dan KarhutlaBerikut tata cara
Shalat Istisqa:
1. Persiapan Sebelum Shalat IstisqaSebelum Shalat Istisqa dilaksanakan, masyarakat dianjurkan memperbanyak taubat dan memohon ampun kepada Allah SWT.
Selain itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh menjelang pelaksanaan shalat, seperti
berpuasa sunnah,
berzikir, dan
bersedekah.
2. Mengenakan Pakaian SederhanaSaat melaksanakan Shalat Istisqa, jamaah dianjurkan mengenakan pakaian sederhana. Pakaian yang digunakan tidak perlu dihiasi sebagaimana pakaian yang dikenakan saat Shalat Id.
3. Doa Istisqa dalam Khutbah JumatShalat Istisqa juga dapat dilakukan dalam rangkaian Shalat Jumat. Pada akhir khutbah Jumat, khatib dapat memanjatkan doa Istisqa untuk memohon turunnya hujan.
Saat berdoa, khatib dan jamaah mengangkat tangan lebih tinggi dari biasanya.
4. Shalat Istisqa pada Sabtu atau AhadApabila hujan belum turun setelah doa Istisqa pada Jumat, Shalat Istisqa dapat dilaksanakan secara khusus pada pagi hari Sabtu atau Ahad setelah matahari terbit atau waktu syuruq.
Baca juga: Dampak Karhutla Makin Parah, Ribuan Warga Pontianak Shalat Istisqa Meminta Turun HujanShalat tersebut dapat dilaksanakan di tanah lapang atau area terbuka. Namun, pelaksanaannya juga diperbolehkan di dalam masjid.
5. Dilaksanakan Dua RakaatShalat Istisqa dilakukan sebanyak dua rakaat dan imam membaca ayat Al-Qur'an dengan suara jelas atau jahr.
Dalam pelaksanaannya tidak terdapat azan maupun iqamah. Shalat ini juga tidak menggunakan takbir tambahan seperti pada Shalat Id.
6. Dilanjutkan KhutbahSetelah shalat selesai, imam menyampaikan khutbah singkat di atas mimbar. Khutbah dapat dilakukan sebelum maupun setelah Shalat Istisqa.
Dalam khutbah tersebut, imam dianjurkan memperbanyak istighfar atau memohon ampun kepada Allah SWT.
7. Berdoa Memohon HujanPada akhir khutbah, imam bersama jamaah mengangkat tangan dan memanjatkan doa untuk memohon hujan serta rahmat Allah SWT.
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ.
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ يَفْعَلُ مَا يُرِيْدُ.
اللَّهُمَّ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ. أَنْتَ الْغَنِيُّ وَنَحْنُ الْفُقَرَاءُ. أُنْزِلْ عَلَيْنَا الْغَيْثَ وَاجْعَلْ مَا أَنْزَلْتَ لَنَا قُوَّةً وَبَلَاغًا إِلَى حِيْنٍ.
اللَّهُمَّ اسْقِ عِبَادَكَ وَبَهَائِمَكَ وَانْشُرْ رَحْمَتَكَ وَأَحْيِ بَلَدَكَ الْمَيِّتَ. اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْتًا مَرِيْئًا طَبَقًا مَرِيعًا غَدَقًا عَاجِلًا غَيْرَ رَائِثٍ.
Baca juga: Musim Kemarau Berkepanjangan, Berikut Tata Cara Salat Istisqa’8. Membalikkan Bagian Sorban atau SelendangSetelah doa bersama, imam dan jamaah membalikkan bagian luar sorban atau selendang menjadi bagian dalam.
Bagian kanan sorban atau selendang dipindahkan ke sisi kiri. Setelah itu, jamaah mengusapkan kedua tangan ke wajah.
9. Mengakhiri Shalat IstisqaSetelah rangkaian doa dan membalikkan sorban atau selendang selesai, imam turun dari mimbar dan kembali menghadap jamaah.
Shalat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar dan doa umat Islam ketika menghadapi kekeringan. Ibadah tersebut juga menjadi pengingat bahwa manusia membutuhkan pertolongan Allah SWT dalam menghadapi kondisi alam dan berbagai kesulitan.
(est)