Muktamar ke-35 NU Torehkan Sejarah: Ulama Senior Mendominasi AHWA, Siapa Saja Mereka
Sururi al faruq
Ahad, 30 Agustus 2026 - 22:25 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jombang; Panggung kepemimpinan Nahdlatul Ulama (NU) untuk periode mendatang akan dihiasi oleh wajah-wajah penuh pengalaman. Dalam penetapan sembilan anggota Ahlul Halli Wal 'Aqdi (AHWA) yang berlangsung Minggu malam (30/8/2026) di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, terjadi sebuah fenomena menarik: para ulama kharismatik dan sepuh berhasil merebut hati mayoritas pemilih, menandakan adanya kerinduan besar terhadap figur "guru bangsa" di tubuh organisasi terbesar di Indonesia ini.
Salah satu kejutan sekaligus penanda sejarah adalah masuknya Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Anwar Iskandar, ke dalam jajaran AHWA. Bersama dengan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI, KH Afifuddin Muhajir, kehadiran dua tokoh MUI ini menjadi simbol kuatnya sinergi antara dua ormas Islam terbesar di Tanah Air. KH Anwar Iskandar berhasil mengumpulkan 326 suara, sementara KH Afifuddin Muhajir meraup 339 suara, menjadikan mereka bagian tak terpisahkan dari poros pengambil keputusan tertinggi NU.
Proses rekapitulasi yang berlangsung transparan di enam bilik suara (dengan total 4.703 surat suara) ini menyuguhkan peta kekuatan yang jelas. Di puncak daftar, nama KH Nurul Huda Djazuli, Pengasuh Ponpes Al Falah Ploso Kediri, melesat dengan perolehan 485 suara. Tidak kalah mentereng, Rais Syuriah PWNU Aceh, KH Nuruzzahri Yahya, menyusul di posisi kedua dengan 477 suara. Keduanya dianggap sebagai representasi ulama kharismatik yang selama ini lebih banyak berkutat di pesantren namun tetap mendapat kepercayaan luas hingga ke cabang-cabang istimewa di luar negeri.
Yang menarik, dari proses tabulasi yang melibatkan 34 nama besar, sejumlah ulama sepuh yang sebelumnya digadang-gadang masuk bursa, seperti KH Ahmad Musthofa Bisri (Gus Mus), Prof Dr KH Ma'ruf Amin, hingga Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, harus rela tersisih. Hal ini menunjukkan bahwa mesin kaderisasi dan preferensi pemilih kali ini lebih condong kepada figur-figur yang dinilai memiliki "energi baru" namun tetap berakar pada tradisi klasik pesantren.
Berikut daftar lengkap sembilan ulama terpilih yang akan menjalankan fungsi AHWA selaku "penentu kebijakan" dalam tubuh NU:
1. KH Nurul Huda Djazuli – 485 suara
2. KH Nuruzzahri Yahya – 477 suara
Salah satu kejutan sekaligus penanda sejarah adalah masuknya Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Anwar Iskandar, ke dalam jajaran AHWA. Bersama dengan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI, KH Afifuddin Muhajir, kehadiran dua tokoh MUI ini menjadi simbol kuatnya sinergi antara dua ormas Islam terbesar di Tanah Air. KH Anwar Iskandar berhasil mengumpulkan 326 suara, sementara KH Afifuddin Muhajir meraup 339 suara, menjadikan mereka bagian tak terpisahkan dari poros pengambil keputusan tertinggi NU.
Proses rekapitulasi yang berlangsung transparan di enam bilik suara (dengan total 4.703 surat suara) ini menyuguhkan peta kekuatan yang jelas. Di puncak daftar, nama KH Nurul Huda Djazuli, Pengasuh Ponpes Al Falah Ploso Kediri, melesat dengan perolehan 485 suara. Tidak kalah mentereng, Rais Syuriah PWNU Aceh, KH Nuruzzahri Yahya, menyusul di posisi kedua dengan 477 suara. Keduanya dianggap sebagai representasi ulama kharismatik yang selama ini lebih banyak berkutat di pesantren namun tetap mendapat kepercayaan luas hingga ke cabang-cabang istimewa di luar negeri.
Yang menarik, dari proses tabulasi yang melibatkan 34 nama besar, sejumlah ulama sepuh yang sebelumnya digadang-gadang masuk bursa, seperti KH Ahmad Musthofa Bisri (Gus Mus), Prof Dr KH Ma'ruf Amin, hingga Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, harus rela tersisih. Hal ini menunjukkan bahwa mesin kaderisasi dan preferensi pemilih kali ini lebih condong kepada figur-figur yang dinilai memiliki "energi baru" namun tetap berakar pada tradisi klasik pesantren.
Berikut daftar lengkap sembilan ulama terpilih yang akan menjalankan fungsi AHWA selaku "penentu kebijakan" dalam tubuh NU:
1. KH Nurul Huda Djazuli – 485 suara
2. KH Nuruzzahri Yahya – 477 suara