Arab Saudi, Turki, dan Pakistan Gelar Pertemuan Perdana Pakta Pertahanan Mekkah di Istanbul
Nabil
Senin, 31 Agustus 2026 - 05:41 WIB
(Dok: Ilustrasi)
LANGIT7.ID-Jakarta; Pejabat tinggi Arab Saudi, Turki, dan Pakistan dijadwalkan berkumpul di Istanbul untuk menghadiri pertemuan perdana komite di bawah Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah (Mecca Joint Defense Agreement).
Kementerian Luar Negeri Turki menyebut pertemuan tersebut akan membahas perkembangan keamanan internasional serta langkah-langkah untuk memperkuat kerja sama pertahanan antara ketiga negara.
Pertemuan di Istanbul itu diperkirakan dihadiri para menteri luar negeri dan menteri pertahanan Arab Saudi, Turki, dan Pakistan. Para kepala staf angkatan darat dari ketiga negara juga dijadwalkan ikut dalam pertemuan tersebut.
Pertemuan ini digelar beberapa pekan setelah Arab Saudi, Turki, dan Pakistan menandatangani Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah di Kota Suci Mekkah pada 7 Agustus.
Pakta tersebut menjadi kerangka bagi peningkatan kerja sama pertahanan antara ketiga negara. Salah satu poin pentingnya menyatakan bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu dari tiga negara akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya.
Turki sebelumnya menyatakan bahwa ketiga negara akan membentuk berbagai mekanisme untuk mengoordinasikan kerja sama mereka. Mekanisme tersebut mencakup latihan militer bersama hingga kolaborasi di sektor industri pertahanan.
Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan bahkan menyebut perjanjian tersebut secara teknis memiliki kemiripan dengan Pasal 5 NATO, yang mengatur prinsip pertahanan bersama ketika salah satu anggota NATO diserang.
Kementerian Luar Negeri Turki menyebut pertemuan tersebut akan membahas perkembangan keamanan internasional serta langkah-langkah untuk memperkuat kerja sama pertahanan antara ketiga negara.
Pertemuan di Istanbul itu diperkirakan dihadiri para menteri luar negeri dan menteri pertahanan Arab Saudi, Turki, dan Pakistan. Para kepala staf angkatan darat dari ketiga negara juga dijadwalkan ikut dalam pertemuan tersebut.
Pertemuan ini digelar beberapa pekan setelah Arab Saudi, Turki, dan Pakistan menandatangani Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah di Kota Suci Mekkah pada 7 Agustus.
Pakta tersebut menjadi kerangka bagi peningkatan kerja sama pertahanan antara ketiga negara. Salah satu poin pentingnya menyatakan bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu dari tiga negara akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya.
Turki sebelumnya menyatakan bahwa ketiga negara akan membentuk berbagai mekanisme untuk mengoordinasikan kerja sama mereka. Mekanisme tersebut mencakup latihan militer bersama hingga kolaborasi di sektor industri pertahanan.
Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan bahkan menyebut perjanjian tersebut secara teknis memiliki kemiripan dengan Pasal 5 NATO, yang mengatur prinsip pertahanan bersama ketika salah satu anggota NATO diserang.