Selamat untuk KH Miftachul Akhyar Menjadi Rais ’Am PBNU
Tim langit 7
Senin, 31 Agustus 2026 - 09:12 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Dalam Muktamar NU ke-35 yang baru saja usai dan berlangsung dari tanggal 27–31 Agustus 2026, KH. Miftachul Akhyar telah terpilih kembali untuk kedua kalinya menjadi Rais ’Am PBNU periode 2026–2031.
Ini artinya, sosok dakwah yang akan lebih ditampilkan lagi ke depan oleh sang kiai seperti yang sudah beliau lakukan sebelumnya, tentu saja sosok dakwah yang sejuk dan sangat jauh dari kekerasan dan cercaan.
Hal itu terlihat jelas dalam berbagai pidato dan ceramah yang beliau sampaikan, di mana KH. Miftachul Akhyar sering sekali mengingatkan kita agar dalam berdakwah jangan menempuh cara-cara yang tidak baik, tetapi harus lebih sejuk, dialogis, dan persuasif.
Kita dalam berdakwah itu sifatnya, kata Miftachul Akhyar, adalah mengajak bukan mengejek, merangkul bukan memukul, menyayangi bukan menyaingi, mendidik bukan membidik, membina bukan menghina, mencari solusi bukan mencari simpati, membela bukan mencela.
Di samping hal-hal yang terkait dengan bidang dakwah, KH. Miftachul Akhyar juga sangat memperhatikan masalah ekonomi umat dan bangsa. Beliau sangat konsen dengan keadaan ekonomi umat yang secara makro tampak masih lemah.
Untuk itu, KH. Miftachul Akhyar sering sekali mengingatkan umat akan pentingnya melakukan penguatan dalam bidang ekonomi karena, menurut sang kiai, jika umat tidak bisa memperkuat dirinya dalam bidang ekonomi dan bisnis, maka kita umat Islam, kata beliau, akan terpuruk sehingga kita tidak akan bisa menghambat dan mencegah terjadinya kemunduran umat.
Bahkan, kata beliau, bila kita tidak bisa memperkuat diri dalam bidang ekonomi, maka seperti yang disampaikannya dalam Khutbah Iftitah Pembukaan Muktamar ke-35 NU pada Agustus 2026, hal demikian akan bisa menyebabkan tidak bisanya kita menegakkan amar ma’ruf nahi munkar dengan baik.
Ini artinya, sosok dakwah yang akan lebih ditampilkan lagi ke depan oleh sang kiai seperti yang sudah beliau lakukan sebelumnya, tentu saja sosok dakwah yang sejuk dan sangat jauh dari kekerasan dan cercaan.
Hal itu terlihat jelas dalam berbagai pidato dan ceramah yang beliau sampaikan, di mana KH. Miftachul Akhyar sering sekali mengingatkan kita agar dalam berdakwah jangan menempuh cara-cara yang tidak baik, tetapi harus lebih sejuk, dialogis, dan persuasif.
Kita dalam berdakwah itu sifatnya, kata Miftachul Akhyar, adalah mengajak bukan mengejek, merangkul bukan memukul, menyayangi bukan menyaingi, mendidik bukan membidik, membina bukan menghina, mencari solusi bukan mencari simpati, membela bukan mencela.
Di samping hal-hal yang terkait dengan bidang dakwah, KH. Miftachul Akhyar juga sangat memperhatikan masalah ekonomi umat dan bangsa. Beliau sangat konsen dengan keadaan ekonomi umat yang secara makro tampak masih lemah.
Untuk itu, KH. Miftachul Akhyar sering sekali mengingatkan umat akan pentingnya melakukan penguatan dalam bidang ekonomi karena, menurut sang kiai, jika umat tidak bisa memperkuat dirinya dalam bidang ekonomi dan bisnis, maka kita umat Islam, kata beliau, akan terpuruk sehingga kita tidak akan bisa menghambat dan mencegah terjadinya kemunduran umat.
Bahkan, kata beliau, bila kita tidak bisa memperkuat diri dalam bidang ekonomi, maka seperti yang disampaikannya dalam Khutbah Iftitah Pembukaan Muktamar ke-35 NU pada Agustus 2026, hal demikian akan bisa menyebabkan tidak bisanya kita menegakkan amar ma’ruf nahi munkar dengan baik.