Akibat Kabut Asap Karhutla Kalimantan, Filipina Liburkan Sekolah dan Imbau Warga Pakai Masker N95
Lusi mahgriefie
Jum'at, 04 September 2026 - 08:37 WIB
Kabut asap karhutla di Kalimantan hingga ke Filipina. Foto: South China Morning Post
Semakin hari kualitas udara di ibu kota Filipina menjadi sangat tidak sehat akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan, Indonesia yang saat ini memicu peringatan.
Kabut asap tersebut menyebabkan Quezon City, meliburkan kegiatan belajar-mengajar di sekolah, sementara para ahli kesehatan mengimbau warga untuk mengenakan masker N95 saat berada di luar ruangan.
Rontgene M. Solante, ketua Program Fellowship Penyakit Menular Dewasa dan Kedokteran Tropis di Rumah Sakit San Lazaro, Manila, mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker N95, bukan jenis penutup wajah lainnya.
Ia menyatakan bahwa orang dewasa yang sehat sekalipun sebaiknya mengenakan masker saat berada di luar ruangan karena partikel halus dapat masuk ke dalam paru-paru dan menyebabkan gangguan pernapasan.
Asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia menyelimuti Manila, mengubah dampak kebakaran yang berjarak hampir 2.000 km (1.242 mil) itu menjadi peringatan kesehatan masyarakat bagi ibu kota Filipina. Hal ini sekaligus memicu kembali kekhawatiran mengenai masalah kabut asap lintas batas yang kerap terjadi di Asia Tenggara.
Baca juga:DPR: Dampak Kesehatan Akibat Karhutla Harus Jadi Perhatian
Kabut asap yang terbawa angin dari arah barat daya, berasal dari kebakaran di Kalimantan, wilayah Indonesia di Pulau Borneo, mendorong para ahli kesehatan untuk mengimbau warga agar mengenakan masker N95 saat berada di luar ruangan seiring memburuknya kualitas udara di sejumlah wilayah Metro Manila.
Kabut asap tersebut menyebabkan Quezon City, meliburkan kegiatan belajar-mengajar di sekolah, sementara para ahli kesehatan mengimbau warga untuk mengenakan masker N95 saat berada di luar ruangan.
Rontgene M. Solante, ketua Program Fellowship Penyakit Menular Dewasa dan Kedokteran Tropis di Rumah Sakit San Lazaro, Manila, mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker N95, bukan jenis penutup wajah lainnya.
Ia menyatakan bahwa orang dewasa yang sehat sekalipun sebaiknya mengenakan masker saat berada di luar ruangan karena partikel halus dapat masuk ke dalam paru-paru dan menyebabkan gangguan pernapasan.
Asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia menyelimuti Manila, mengubah dampak kebakaran yang berjarak hampir 2.000 km (1.242 mil) itu menjadi peringatan kesehatan masyarakat bagi ibu kota Filipina. Hal ini sekaligus memicu kembali kekhawatiran mengenai masalah kabut asap lintas batas yang kerap terjadi di Asia Tenggara.
Baca juga:DPR: Dampak Kesehatan Akibat Karhutla Harus Jadi Perhatian
Kabut asap yang terbawa angin dari arah barat daya, berasal dari kebakaran di Kalimantan, wilayah Indonesia di Pulau Borneo, mendorong para ahli kesehatan untuk mengimbau warga agar mengenakan masker N95 saat berada di luar ruangan seiring memburuknya kualitas udara di sejumlah wilayah Metro Manila.