Fadli Zon Sebut Indonesia Super Power Budaya, Kekayaan Nusantara Bisa Jadi Mesin Ekonomi
Tim langit 7
Jum'at, 04 September 2026 - 21:43 WIB
Fadli Zon Sebut Indonesia Super Power Budaya, Kekayaan Nusantara Bisa Jadi Mesin Ekonomi
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menghadiri peluncuran gerakan Nusantara Rising: Indonesia Soft Power Initiative “Dari Budaya Jadi Daya” persembahan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia. Agenda yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta tersebut merupakan bagian dari rangkaian IdeaFest 2026, ajang industri kreatif tahunan yang mengusung kreativitas dan nilai-nilai manusia melalui berbagai aspek, salah satunya budaya.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyampaikan penghargaan serta apresiasi untuk KADIN Indonesia atas peluncuran Nusantara Rising: Indonesia Soft Power Initiative “Dari Budaya Jadi Daya”. Menurut Menbud Fadli, inisiatif tersebut sangat relevan dengan misi dari Kementerian Kebudayaan, di mana setelah menjadi lembaga yang berdiri sendiri, Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk mengembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya, sesuai dengan Pasal 32 Ayat 1 UUD 1945.
“Hal tersebut merupakan satu komitmen besar karena kita adalah negara yang sangat kuat secara budaya, kita ini negara yang sebenarnya adalah super power di bidang kebudayaan. Karena Indonesia adalah negara mega cultural diversity, dan begitu banyak ekspresi-ekspresi budaya yang berpotensi untuk menjadi sumber-sumber ide dan kemudian akan menjadi ekonomi budaya,” papar Menbud, Jumat (4/9/2026).
Menteri Kebudayaan menerangkan bahwa perkembangan dan statistik budaya Indonesia beberapa tahun terakhir memperlihatkan tren positif. Di bidang seni misalnya, Menteri Fadli memaparkan bahwa melalui program Manajemen Talenta Nasional, Kementerian Kebudayaan tengah membangun lima ekosistem seni, yaitu seni pertunjukan, sastra, film, musik, dan seni rupa untuk memelihara ekosistem budaya Nusantara.
“Secara domestik, perkembangan film Indonesia kini luar biasa bagus, market share di film Indonesia sebanyak 67%. Dan sekarang Kementerian Kebudayaan sangat aktif mengirim para sineas Indonesia ke festival-festival film internasional untuk mendapatkan rekognisi internasional. Kemudian, musik Indonesia juga punya potensi yang sangat besar. Bahkan kalau kita lihat, 80% orang Indonesia mendengarkan musik Indonesia. Artinya, para musisi kita sudah menghasilkan karya-karya yang sangat digemari,” imbuh Menteri Fadli.
Berdasarkan tren positif tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon turut mendorong kolaborasi hexahelix antara pemangku kepentingan, akademisi, industri bisnis, komunitas, media serta mitra global untuk mengubah ‘modal besar’ kekayaan budaya Indonesia menjadi motor penggerak ekonomi nasional (engine of growth). Menbud Fadli optimis inisiasi Nusantara Rising: Indonesia Soft Power Initiative “Dari Budaya Jadi Daya” dapat mengakselerasi gagasan budaya sebagai sumber strategis ekonomi kreatif sekaligus kekuatan untuk membangun pengaruh Indonesia di mata global (soft power).
Mendukung pernyataan Menbud, Teuku Riefky Harsya selaku Menteri Ekonomi Kreatif turut memaparkan rencana strategis untuk mengorkestrasi kekayaan budaya, talenta, dan kreativitas Indonesia menjadi kekuatan ekonomi dan soft power global.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyampaikan penghargaan serta apresiasi untuk KADIN Indonesia atas peluncuran Nusantara Rising: Indonesia Soft Power Initiative “Dari Budaya Jadi Daya”. Menurut Menbud Fadli, inisiatif tersebut sangat relevan dengan misi dari Kementerian Kebudayaan, di mana setelah menjadi lembaga yang berdiri sendiri, Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk mengembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya, sesuai dengan Pasal 32 Ayat 1 UUD 1945.
“Hal tersebut merupakan satu komitmen besar karena kita adalah negara yang sangat kuat secara budaya, kita ini negara yang sebenarnya adalah super power di bidang kebudayaan. Karena Indonesia adalah negara mega cultural diversity, dan begitu banyak ekspresi-ekspresi budaya yang berpotensi untuk menjadi sumber-sumber ide dan kemudian akan menjadi ekonomi budaya,” papar Menbud, Jumat (4/9/2026).
Menteri Kebudayaan menerangkan bahwa perkembangan dan statistik budaya Indonesia beberapa tahun terakhir memperlihatkan tren positif. Di bidang seni misalnya, Menteri Fadli memaparkan bahwa melalui program Manajemen Talenta Nasional, Kementerian Kebudayaan tengah membangun lima ekosistem seni, yaitu seni pertunjukan, sastra, film, musik, dan seni rupa untuk memelihara ekosistem budaya Nusantara.
“Secara domestik, perkembangan film Indonesia kini luar biasa bagus, market share di film Indonesia sebanyak 67%. Dan sekarang Kementerian Kebudayaan sangat aktif mengirim para sineas Indonesia ke festival-festival film internasional untuk mendapatkan rekognisi internasional. Kemudian, musik Indonesia juga punya potensi yang sangat besar. Bahkan kalau kita lihat, 80% orang Indonesia mendengarkan musik Indonesia. Artinya, para musisi kita sudah menghasilkan karya-karya yang sangat digemari,” imbuh Menteri Fadli.
Berdasarkan tren positif tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon turut mendorong kolaborasi hexahelix antara pemangku kepentingan, akademisi, industri bisnis, komunitas, media serta mitra global untuk mengubah ‘modal besar’ kekayaan budaya Indonesia menjadi motor penggerak ekonomi nasional (engine of growth). Menbud Fadli optimis inisiasi Nusantara Rising: Indonesia Soft Power Initiative “Dari Budaya Jadi Daya” dapat mengakselerasi gagasan budaya sebagai sumber strategis ekonomi kreatif sekaligus kekuatan untuk membangun pengaruh Indonesia di mata global (soft power).
Mendukung pernyataan Menbud, Teuku Riefky Harsya selaku Menteri Ekonomi Kreatif turut memaparkan rencana strategis untuk mengorkestrasi kekayaan budaya, talenta, dan kreativitas Indonesia menjadi kekuatan ekonomi dan soft power global.