Sinergi BSI dan PBNU: Era Baru Kemandirian Ekonomi Umat
Tim langit 7
Sabtu, 05 September 2026 - 20:13 WIB
Sinergi BSI dan PBNU: Era Baru Kemandirian Ekonomi Umat
LANGIT7.ID-Jakarta; Hari pertama KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) menjabat sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026-2031 langsung diwarnai momen bersejarah. PT Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi institusi pertama yang diterima secara resmi di Kantor PBNU, Jakarta, Jumat (4/9).
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo dan Komisaris Utama BSI Muhadjir Effendy datang dalam kunjungan kehormatan yang sarat makna. Bukan sekadar silaturahmi, pertemuan ini menjadi fondasi baru bagi penguatan ekosistem keuangan syariah nasional.
"Alhamdulillah, BSI mendapat kehormatan sebagai tamu pertama Gus Kikin di hari pertama beliau bertugas. Kami berharap sinergi yang sudah terjalin baik ini semakin erat dan membawa keberkahan bagi umat serta bangsa," ujar Anggoro.
Kolaborasi BSI dan NU kini memasuki babak baru dengan fokus pada tiga pilar utama: penguatan ekosistem kelembagaan, pemberdayaan ekonomi umat, dan transformasi pesantren secara menyeluruh. Saat ini, BSI telah dipercaya mengelola layanan keuangan di lebih dari 14.000 pesantren di seluruh Indonesia. Sekitar 23,9 persen di antaranya berada di Jawa Timur—salah satu basis pesantren terbesar Tanah Air.
BSI tak berhenti pada angka. Pesantren didorong untuk "naik kelas" dan mandiri secara ekonomi melalui pemanfaatan fasilitas cash management untuk tata kelola administrasi yang lebih tertib, kehadiran BSI Agen guna memperkuat perputaran ekonomi di tingkat lokal, serta optimalisasi aplikasi BYOND by BSI sebagai platform mobile banking utama bagi civitas pesantren.
"Kami ingin pesantren tak hanya menjadi pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi dan motor pertumbuhan keuangan syariah nasional," tegas Anggoro. Dengan sinergi ini, harapan besar muncul: NU dan BSI dapat menghadirkan gagasan-gagasan inspiratif yang mendorong kemajuan umat sekaligus pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.(*/saf/ant)
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo dan Komisaris Utama BSI Muhadjir Effendy datang dalam kunjungan kehormatan yang sarat makna. Bukan sekadar silaturahmi, pertemuan ini menjadi fondasi baru bagi penguatan ekosistem keuangan syariah nasional.
"Alhamdulillah, BSI mendapat kehormatan sebagai tamu pertama Gus Kikin di hari pertama beliau bertugas. Kami berharap sinergi yang sudah terjalin baik ini semakin erat dan membawa keberkahan bagi umat serta bangsa," ujar Anggoro.
Kolaborasi BSI dan NU kini memasuki babak baru dengan fokus pada tiga pilar utama: penguatan ekosistem kelembagaan, pemberdayaan ekonomi umat, dan transformasi pesantren secara menyeluruh. Saat ini, BSI telah dipercaya mengelola layanan keuangan di lebih dari 14.000 pesantren di seluruh Indonesia. Sekitar 23,9 persen di antaranya berada di Jawa Timur—salah satu basis pesantren terbesar Tanah Air.
BSI tak berhenti pada angka. Pesantren didorong untuk "naik kelas" dan mandiri secara ekonomi melalui pemanfaatan fasilitas cash management untuk tata kelola administrasi yang lebih tertib, kehadiran BSI Agen guna memperkuat perputaran ekonomi di tingkat lokal, serta optimalisasi aplikasi BYOND by BSI sebagai platform mobile banking utama bagi civitas pesantren.
"Kami ingin pesantren tak hanya menjadi pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi dan motor pertumbuhan keuangan syariah nasional," tegas Anggoro. Dengan sinergi ini, harapan besar muncul: NU dan BSI dapat menghadirkan gagasan-gagasan inspiratif yang mendorong kemajuan umat sekaligus pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.(*/saf/ant)
(lam)