home masjid

Makna Perintah Turun ke Bumi dan Janji Hidayah dalam Al-Baqarah Ayat 38

Selasa, 08 September 2026 - 06:10 WIB
Makna Perintah Turun ke Bumi dan Janji Hidayah dalam Al-Baqarah Ayat 38
Surat al-Baqarah ayat 38 merupakan penutup dari rangkaian kisah penurunan Nabi Adam 'alaihissalam dan Hawa dari surga yang dimulai sejak ayat 35 dan 36. Setelah Nabi Adam menerima pengajaran kalimat-kalimat taubat dan memperoleh ampunan dari Allah ﷻ (ayat 37), Dia kemudian memerintahkan mereka untuk turun ke bumi.

قُلْنَا ٱهْبِطُوا۟ مِنْهَا جَمِيعًۭا ۖ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّى هُدًۭى فَمَن تَبِعَ هُدَاىَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Kami berfirman: "Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati" (QS Al-Baqarah: 38).

Bersamaan dengan perintah tersebut, Allah ﷻ menjanjikan kedatangan petunjuk (hudā) serta menegaskan bahwa barang siapa yang mengikuti petunjuk-Nya, maka tidak akan ada rasa takut maupun kesedihan pada diri mereka.

Ayat ini sangat penting karena menegaskan hubungan antara peristiwa penempatan manusia di bumi dengan misi kenabian. Kehidupan di dunia bukanlah bentuk hukuman tanpa harapan, melainkan sebuah wahana ujian yang senantiasa dibekali bimbingan Ilahi.

Imam al-Ṭabarī menjelaskan bahwa makna perintah turun ke bumi pada ayat ini sejalan dengan penegasan sebelumnya dalam tafsir beliau. Sementara itu, Ibn Katsir menambahkan bahwa perintah penurunan tersebut berlaku bagi Nabi Adam, istrinya, serta Iblis guna memulai keberlangsungan keturunan manusia di bumi.

Makna Qulnā Ihbiṭū Minhā Jamīʿā
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya