Ketua DPRD DKI Suhud Alynudin Siap Kawal Aspirasi Dakwah Persis
Ketua DPRD DKI Jakarta, Ustaz Suhud Alynudin, menegaskan kesiapannya untuk mengawal berbagai aspirasi dan penguatan gerakan dakwah Pimpinan Wilayah (PW) Persatuan Islam (Persis) DKI Jakarta beserta badan otonomnya. Komitmen tersebut disampaikan Suhud saat menerima kunjungan audiensi jajaran pengurus PW Persis DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (8/9/2026).
Kesiapan Ustaz Suhud dalam mengawal agenda Persis didasari oleh keterikatan emosional serta rekam jejak historis yang panjang. Dia mengaku sudah berinteraksi dan tumbuh di lingkungan jemaah Persis sejak kecil di kawasan Pecenongan, Jakarta, sehingga ia memahami betul kontribusi serta alur berpikir organisasi dakwah Persis.
Sebagai bentuk pengawalan nyata, Ustaz Suhud secara khusus menanggapi aspirasi terkait keberlanjutan dukungan anggaran dan dana hibah bagi kegiatan dakwah serta pendidikan Persis. Meski APBD DKI Jakarta sedang mengalami efisiensi dan penyesuaian, ia berjanji akan mengawal dan memastikan proposal pengajuan dari Persis dapat terakomodasi secara prosedural melalui jalur eksekutif.
"Efisiensi ini memang memotong banyak hal, termasuk dana hibah. Dana hibah adalah dana yang paling gampang untuk dipotong. Jadi insyaallah terkait soal dana hibah kita akan cek apakah proposalnya masuk dan sudah dianggarkan," kata Suhud di hadapan jajaran pengurus PW Persis DKI Jakarta.
Baca Juga:DPRD DKI Terima Audiensi PW Persis, Bahas Sinergi Dakwah dan Peningkatan Dana Hibah
Suhud menggarisbawahi bahwa menjaga eksistensi Persis bukan hanya tugas internal organisasi, melainkan tanggung jawab moral pemerintah daerah. Menurutnya, Persis merupakan bagian dari warisan sejarah bangsa yang harus terus diberi ruang proporsional dalam pembangunan mental dan spiritual warga Jakarta.
Dukungan pengawalan tersebut juga diselaraskan Suhud dengan tantangan dakwah masa kini, khususnya dalam menjangkau generasi muda (Gen Z dan Milenial). Ia mendorong Persis untuk terus berinovasi dalam mengemas pesan-pesan agama agar tetap relevan di tengah perubahan zaman dan arus digitalisasi.