LANGIT7.ID-New York; Juara bertahan Carlos Alcaraz akan menghadapi ujian terberatnya ketika bertemu dengan petenis Amerika yang sedang on-fire, Ben Shelton, pada Selasa (hari ini) di perempat final US Open. Pertemuan menggambarkan sebuah pertempuran adu gengsi anak muda yang sama sama sedang naik daun. Pertempuran dua jawara ini benar benar bakal ambyar.
Shelton memperkirakan akan menghadapi Alcaraz dalam kondisi terbaiknya, meskipun juara Grand Slam tujuh kali itu baru pertama kali bermain turnamen dalam lebih dari empat bulan setelah pulih dari cedera pergelangan tangan kanan.
"Bagiku dia terlihat sangat normal—maksudku, seperti biasanya," ujar Shelton.
Shelton adalah salah satu dari sekian banyak petenis Amerika yang berusaha mengakhiri paceklik gelar Grand Slam selama 23 tahun. Setidaknya satu petenis Amerika akan melangkah ke semifinal, karena unggulan ke-11 Frances Tiafoe akan berhadapan dengan sesama petenis AS, Alex Michelsen, pada Selasa. Sementara di sektor putri, juara bertahan dua kali Aryna Sabalenka berjuang untuk tempat semifinal melawan juara Wimbledon, Linda Noskova.
Ben Shelton vs Carlos AlcarazAlcaraz unggul 3-0 dalam rekor pertemuan
Alcaraz datang sebagai tanda tanya dalam mempertahankan gelarnya setelah absen karena cedera, namun performanya meningkat di setiap pertandingan. Ia kemungkinan perlu meningkat lagi saat melawan Shelton.
Shelton melewati tiga pertandingan sengit yang berlangsung empat set sebelum mengalahkan Stefanos Tsitsipas dengan penampilan servis yang gemilang. Ia mengatakan masih punya ruang untuk berkembang saat melawan Alcaraz.
"Itu bukan tenis terbaik saya," kata Shelton, yang mengakui butuh "tenis spesial" untuk mengalahkan Alcaraz.
"Saya pikir dia bermain di level yang sangat tinggi," ujar Shelton.
Dengan kekhawatiran kebugaran telah teratasi dan pukulan forehandnya kembali bertenaga penuh, Alcaraz mengakui pukulan servisnya masih belum sepenuhnya oke. Ia telah memberi tekanan efektif dengan memvariasikan permainan return-nya. Akankah itu cukup untuk membuat Shelton goyah dan menggagalkan upaya mantan semifinalis ini untuk meraih Grand Slam di kandang sendiri?
Frances Tiafoe vs Alex MichelsenTiafoe unggul 2-0 dalam rekor pertemuan
Tiafoe tampil habis-habisan dalam kemenangan straight-sets atas mantan juara Daniil Medvedev yang membawanya ke perempat final US Open untuk keempat kalinya.
Semifinalis US Open dua kali ini bangkit dari ketertinggalan 5-6 di tiebreak set ketiga untuk merebut kemenangan yang membuatnya "sangat bergairah".
Ia akan membawa energi itu melawan rekan senegaranya yang berusia 22 tahun, Michelsen, yang belum kehilangan satu set pun dalam perjalanan ke perempat final Grand Slam pertama dalam kariernya.
"Dia masih muda, dia pasti akan sangat bersemangat," kata Tiafoe. "Biarkan yang terbaik yang menang."
Aryna Sabalenka vs Linda NoskovaSabalenka unggul 2-0 dalam rekor pertemuan
Noskova mengukuhkan diri di antara elit tenis dengan gelar Grand Slam perdananya di Wimbledon, tetapi juara bertahan dua kali Sabalenka membutuhkan performa terbaik dari petenis Ceko berusia 21 tahun itu.
Sabalenka, yang hasilnya kurang konsisten di pertengahan musim sehingga ia bisa kehilangan peringkat nomor satu dunia meskipun meraih tiga gelar beruntun di Flushing Meadows yang langka, belum kehilangan satu set pun dalam perjalanan ke perempat final untuk keenam kalinya.
"Ini akan menjadi tenis yang cepat," kata Noskova, menyoroti banyaknya senjata yang dimiliki Sabalenka.
"Dia sangat konsisten dalam segala hal yang dilakukannya. Entah itu servis, atau dia masuk ke setiap return yang bisa dia raih, bermain sangat solid dari baseline dan tidak takut untuk maju ke net juga, serta menggunakan drop shot atau slice untuk mengubah ritme."
Jessica Pegula vs Emma NavarroPegula unggul 4-0 dalam rekor pertemuan
Peringkat tiga dunia Pegula memiliki keunggulan menjelang perempat final US Open putri pertama yang sepenuhnya dihuni petenis Amerika sejak Serena Williams mengalahkan kakaknya Venus pada 2015.
Empat kemenangan Pegula atas Navarro termasuk kemenangan di Cincinnati bulan lalu.
"Jess benar-benar tangguh," kata Navarro. "Dia mungkin memukul bola paling datar di tur, menjaganya tetap rendah, bisa memukul pendek dan datar atau dalam dan terlihat sama.
"Aku sudah kalah darinya beberapa kali sekarang, tapi selalu ada saatnya ketika kamu akhirnya bisa melewati rintangan dan meraih kemenangan."
Pegula telah memenangkan dua gelar tahun ini dan termasuk salah satu pemain yang berpeluang menggantikan Sabalenka di puncak peringkat dunia di New York. Pemain berusia 32 tahun itu harus memenangkan gelar Major pertamanya untuk bisa mengincar posisi nomor satu.
Navarro, mantan peringkat delapan dunia, tampil kuat setelah istirahat panjang untuk fokus pada masalah kesehatan, dengan memenangkan gelar pertamanya dalam lebih dari setahun di Strasbourg pada Mei.(*/saf/flashscore)
(lam)