home masjid

Memahami Makna Perintah Takwa dan Gempa dalam Surat Al-Hajj Ayat 1

Ahad, 13 September 2026 - 21:15 WIB
Memahami Makna Perintah Takwa dan Gempa dalam Surat Al-Hajj Ayat 1
Guncangan gempa bumi yang dirasakan hari ini pada hakikatnya merupakan peringatan nyata sekaligus gambaran miniatur dari kehancuran maha dahsyat yang akan terjadi pada hari kiamat kelak. Peristiwa ini hadir untuk menghentakkan kesadaran manusia bahwa betapa lemahnya manusia ketika alam berguncang atas izin Sang Pencipta, di mana gunung-gunung kelak akan meluruh menjadi debu dan bumi mengeluarkan seluruh beban beratnya.

Jika guncangan skala kecil di dunia saja sudah sanggup melahirkan ketakutan luar biasa dan melumpuhkan segala daya manusia, maka fenomena ini sepantasnya menjadi pengingat yang menyentuh hati agar manusia tidak terbuai oleh kehidupan dunia, melainkan segera bertobat dan memperkokoh bekal ketakwaan sebelum datangnya zilzāl al-sāʿah yang sesungguhnya.

Surat Al-Hajj diawali dengan panggilan langsung dari Allah ﷻ kepada seluruh umat manusia untuk menguatkan ketakwaan kepada-Nya, yang dirangkaikan dengan peringatan akan dahsyatnya peristiwa guncangan hari kiamat. Ayat pembuka ini menjadi landasan utama bagi pembahasan berikutnya dalam surah Al-Hajj yang banyak mengulas hakikat kebangkitan, proses hisab, hingga pembalasan di akhirat kelak.

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ ٱلسَّاعَةِ شَىْءٌ عَظِيمٌۭ

Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). (QS. Al-Hajj: 1).

Al-Biqāʿī menjelaskan bahwa pembukaan surat Al-Hajj yang menyoroti dahsyatnya guncangan kiamat (zilzāl al-sāʿah) memiliki kesejajaran makna dengan surah Al-Anbiyā' yang menekankan kian dekatnya waktu perhitungan amal, sebab keduanya sama-sama menegaskan kepastian hari kebangkitan yang mutlak.

Terkait klasifikasi penetapan status surat, para ulama memiliki perbedaan sudut pandang. Al-Shawkānī dengan mengutip pandangan al-Qurṭubī menegaskan bahwa pendapat yang paling kuat dan disepakati oleh mayoritas (jumhur) ulama adalah bahwa surah Al-Hajj tergolong ke dalam kelompok surat yang memuat perpaduan antara ayat-ayat Makkiyah dan Madaniyah.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya