Benda Rock 707 Bergabung dengan Jajaran Motor Cruiser China yang Sedang Ngetop
Sururi al faruq
Rabu, 16 September 2026 - 05:00 WIB
Benda Rock 707 Bergabung dengan Jajaran Motor Cruiser China yang Sedang Ngetop
LANGIT7.ID-Jakarta; Benda menambah anggota baru dalam jajaran motor cruisernya yang terus berkembang. Kali ini, pabrikan asal China tersebut memperkenalkan Rock 707 yang mengusung mesin V-twin berkapasitas 692cc.
Gaya bobber klasik menjadi salah satu daya tarik utama motor ini. Namun, spesifikasi dan teknologi yang dibawanya justru menjadi bagian yang menarik untuk diperhatikan.
Rock 707 dibekali mesin V-twin berpendingin cairan yang menghasilkan tenaga 72bhp dan torsi 68Nm (50lb-ft). Mesin tersebut dipadukan dengan sejumlah teknologi yang membuat pengoperasian motor menjadi lebih praktis.
Salah satunya adalah sistem BEC (Benda Electronic Clutch) MK-III. Teknologi ini memiliki fungsi serupa dengan Y-AMT milik Yamaha dan E-Clutch dari Honda.
Dengan teknologi tersebut, pengendara dapat mulai melaju, berpindah gigi, hingga berhenti tanpa harus mengoperasikan tuas kopling. Meski demikian, Benda tetap mempertahankan tuas kopling konvensional di setang sehingga pengendara masih dapat melakukan perpindahan gigi secara manual.
Dari sisi konstruksi, Rock 707 menggunakan rangka tabung baja yang dipadukan dengan lengan ayun berbahan aluminium. Suspensi depan mengandalkan garpu upside-down yang tidak dapat disetel, sementara pengereman menggunakan cakram dengan kaliper empat piston.
Namun, perhatian utama justru berada di bagian belakang.
Gaya bobber klasik menjadi salah satu daya tarik utama motor ini. Namun, spesifikasi dan teknologi yang dibawanya justru menjadi bagian yang menarik untuk diperhatikan.
Rock 707 dibekali mesin V-twin berpendingin cairan yang menghasilkan tenaga 72bhp dan torsi 68Nm (50lb-ft). Mesin tersebut dipadukan dengan sejumlah teknologi yang membuat pengoperasian motor menjadi lebih praktis.
Salah satunya adalah sistem BEC (Benda Electronic Clutch) MK-III. Teknologi ini memiliki fungsi serupa dengan Y-AMT milik Yamaha dan E-Clutch dari Honda.
Dengan teknologi tersebut, pengendara dapat mulai melaju, berpindah gigi, hingga berhenti tanpa harus mengoperasikan tuas kopling. Meski demikian, Benda tetap mempertahankan tuas kopling konvensional di setang sehingga pengendara masih dapat melakukan perpindahan gigi secara manual.
Dari sisi konstruksi, Rock 707 menggunakan rangka tabung baja yang dipadukan dengan lengan ayun berbahan aluminium. Suspensi depan mengandalkan garpu upside-down yang tidak dapat disetel, sementara pengereman menggunakan cakram dengan kaliper empat piston.
Namun, perhatian utama justru berada di bagian belakang.