BI: Ekonomi Syariah Jangan Cuma Tumbuh, tapi Pastikan Tak Ada yang Ditinggalkan
Tim langit 7
Rabu, 07 Oktober 2026 - 08:18 WIB
Deputi Gubernur Bank Indonesia Solikin M Juhro menegaskan ekonomi tidak cukup hanya tumbuh, tetapi harus inklusif dan berkelanjutan. Ekonomi syariah dinilai memiliki potensi besar untuk memperkuat pro
LANGIT7.ID-Jakarta; Pertumbuhan ekonomi yang tinggi sering dibanggakan. Tapi bagi Bank Indonesia, angka pertumbuhan saja tidak cukup. Ada pertanyaan yang lebih mendasar: sudahkah manfaatnya dirasakan semua orang?
Pesan itulah yang disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Solikin M Juhro, dalam Seminar Nasional Ekonomi Syariah bertajuk "Membangun Masa Depan Ekonomi Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan". Acara hasil kerja sama BI dan Nusantara TV itu digelar di Grand on Thamrin Ballroom, Hotel Pullman Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (5/10/2026).
Bukan Sekadar Tumbuh, tapi Juga Stabil dan Inklusif
Solikin menegaskan setiap kebijakan pembangunan ekonomi harus punya tujuan yang jelas: mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Dalam Islam, kata dia, konsep welfare itu jauh lebih holistik karena berlandaskan prinsip-prinsip Maqashid Syariah.
"Jadi kita tidak hanya sekadar tumbuh, tapi kita juga harus stabil, resilient, dan yang paling penting adalah inklusif. Di situlah kita bicara bagaimana mengupayakan sesuatu yang sustainable," ujar Solikin saat menjadi keynote speaker.
Prinsip "No One Left Behind" dalam Ekonomi Syariah
Baginya, pertumbuhan ekonomi yang kuat menjadi tidak berarti jika manfaatnya hanya dinikmati segelintir orang. Di titik inilah ekonomi syariah menawarkan konsep kesejahteraan yang bersifat non-Pareto optimal — kemakmuran suatu kelompok tidak dicapai dengan mengorbankan kelompok lain.
Pesan itulah yang disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Solikin M Juhro, dalam Seminar Nasional Ekonomi Syariah bertajuk "Membangun Masa Depan Ekonomi Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan". Acara hasil kerja sama BI dan Nusantara TV itu digelar di Grand on Thamrin Ballroom, Hotel Pullman Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (5/10/2026).
Bukan Sekadar Tumbuh, tapi Juga Stabil dan Inklusif
Solikin menegaskan setiap kebijakan pembangunan ekonomi harus punya tujuan yang jelas: mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Dalam Islam, kata dia, konsep welfare itu jauh lebih holistik karena berlandaskan prinsip-prinsip Maqashid Syariah.
"Jadi kita tidak hanya sekadar tumbuh, tapi kita juga harus stabil, resilient, dan yang paling penting adalah inklusif. Di situlah kita bicara bagaimana mengupayakan sesuatu yang sustainable," ujar Solikin saat menjadi keynote speaker.
Prinsip "No One Left Behind" dalam Ekonomi Syariah
Baginya, pertumbuhan ekonomi yang kuat menjadi tidak berarti jika manfaatnya hanya dinikmati segelintir orang. Di titik inilah ekonomi syariah menawarkan konsep kesejahteraan yang bersifat non-Pareto optimal — kemakmuran suatu kelompok tidak dicapai dengan mengorbankan kelompok lain.