Ide Baru Trump, Ingin Namanya Dipakai untuk Samudra Atlantik atau Pasifik
Esti setiyowati
Senin, 12 Oktober 2026 - 21:07 WIB
Ide Baru Trump, Ingin Namanya Dipakai untuk Samudra Atlantik atau Pasifik. Foto: Ist
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan gagasan untuk mengubah nama wilayah perairan. Kali ini, ia mempertimbangkan mengganti nama Samudra Atlantik atau Samudra Pasifik menjadi “Samudra Trump” atau “Samudra Amerika” sebelum masa jabatannya berakhir.
Gagasan tersebut disampaikanTrump saat berpidato di hadapan para pendukungnya di Tennessee, Ahad (11/10/2026).
Baca juga: Trump Bertemu Pemimpin Arab-Muslim, Ada Rencana Dana US$10 Miliar di Tengah Perang Iran
Dilansir dari Sputnik, melalui Antara, Senin (12/10/2026)Trump kembali menyinggung rencana pemerintahannya untuk mengubah nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika.
Trump kemudian memperluas gagasannya dengan menyebut dua samudra besar yang berbatasan dengan Amerika Serikat.
“Saya kemudian terpikir bagaimana dengan Samudra Atlantik atauPasifik, bisa kita ganti namanya jadi Samudra Trump atau Samudra Amerika. Kita harus lakukan ini sebelum saya selesai menjabat,” kata Trump.
Pernyataan tersebut menambah daftar gagasan perubahan nama geografis yang sebelumnya pernah disampaikan presiden AS itu.
Gagasan tersebut disampaikanTrump saat berpidato di hadapan para pendukungnya di Tennessee, Ahad (11/10/2026).
Baca juga: Trump Bertemu Pemimpin Arab-Muslim, Ada Rencana Dana US$10 Miliar di Tengah Perang Iran
Dilansir dari Sputnik, melalui Antara, Senin (12/10/2026)Trump kembali menyinggung rencana pemerintahannya untuk mengubah nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika.
Trump kemudian memperluas gagasannya dengan menyebut dua samudra besar yang berbatasan dengan Amerika Serikat.
“Saya kemudian terpikir bagaimana dengan Samudra Atlantik atauPasifik, bisa kita ganti namanya jadi Samudra Trump atau Samudra Amerika. Kita harus lakukan ini sebelum saya selesai menjabat,” kata Trump.
Pernyataan tersebut menambah daftar gagasan perubahan nama geografis yang sebelumnya pernah disampaikan presiden AS itu.