El Nino Tahun Ini Capai Rekor Suhu Tertinggi Sepanjang Masa
Lusi mahgriefie
Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:04 WIB
El Nino Tahun Ini Capai Rekor Suhu Tertinggi Sepanjang Masa
Fenomena El Nino yang kian menguat mencatatkan rekor suhu tertinggi sepanjang masa di wilayah utama Pasifik pada bulan September, dan berpotensi menjadikan tahun ini sebagai tahun terpanas secara global yang pernah tercatat.
Demikian disampaikan Direktur Copernicus Climate Change Service (C3S) atau program pemantau iklim Uni Eropa, Carlo Buontempo, dilansir Dawn, Selasa (13/10/2026). C3S dikelola oleh European Centre for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF).
Para ahli prakiraan cuaca global telah memperingatkan selama berbulan-bulan bahwa El Nino kali ini kemungkinan akan menjadi yang terkuat yang pernah tercatat, dan rekor terbaru telah terpecahkan bahkan sebelum puncak peristiwa ini diperkirakan terjadi pada akhir tahun nanti.
Dalam fase pemanasan dari siklus iklim alami, El Nino untuk sementara waktu meningkatkan suhu laut di wilayah Pasifik tropis. Hal ini memicu perubahan cuaca yang dapat meningkatkan risiko kekeringan dan banjir, serta memperparah pemanasan global akibat aktivitas manusia.
Baca juga:Antisipasi El Nino Ekstrem, DPR: Stok Pangan dan Harga Beras Harus Terjaga
Copernicus Climate Change Service menyatakan bahwa suhu permukaan laut di wilayah pemantauan El Nino yang menjadi indikator utama di Pasifik, yang dikenal sebagai Nino3.4, telah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa sebesar 29,70 derajat Celsius pada bulan lalu.
Angka ini melampaui suhu puncak pada peristiwa El Nino kuat sebelumnya, yaitu pada tahun 1982/1983, 1997/1998, dan 2015/2016, menurut lembaga pemantau Uni Eropa tersebut.
Demikian disampaikan Direktur Copernicus Climate Change Service (C3S) atau program pemantau iklim Uni Eropa, Carlo Buontempo, dilansir Dawn, Selasa (13/10/2026). C3S dikelola oleh European Centre for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF).
Para ahli prakiraan cuaca global telah memperingatkan selama berbulan-bulan bahwa El Nino kali ini kemungkinan akan menjadi yang terkuat yang pernah tercatat, dan rekor terbaru telah terpecahkan bahkan sebelum puncak peristiwa ini diperkirakan terjadi pada akhir tahun nanti.
Dalam fase pemanasan dari siklus iklim alami, El Nino untuk sementara waktu meningkatkan suhu laut di wilayah Pasifik tropis. Hal ini memicu perubahan cuaca yang dapat meningkatkan risiko kekeringan dan banjir, serta memperparah pemanasan global akibat aktivitas manusia.
Baca juga:Antisipasi El Nino Ekstrem, DPR: Stok Pangan dan Harga Beras Harus Terjaga
Copernicus Climate Change Service menyatakan bahwa suhu permukaan laut di wilayah pemantauan El Nino yang menjadi indikator utama di Pasifik, yang dikenal sebagai Nino3.4, telah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa sebesar 29,70 derajat Celsius pada bulan lalu.
Angka ini melampaui suhu puncak pada peristiwa El Nino kuat sebelumnya, yaitu pada tahun 1982/1983, 1997/1998, dan 2015/2016, menurut lembaga pemantau Uni Eropa tersebut.