Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) telah mengonfirmasi peluang 80 persen terhadap terjadinya fenomena iklim El Nino sebelum September, dan 90 persen sebelum November. Lima negara ini telah mengumumkan kedatangan El Nino dan merasakan dampaknya.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan potensi kemarau panjang yang lebih panas dan kering akibat munculnya fenomena El Nio akan terjadi pada pertengahan 2026.
Puncak musim hujan diprediksi terjadi pada Januari hingga Februari 2024. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut, tahun ini musim puncak hujan terjadi bersamaan
El Nino adalah salah satu pola iklim alami yang terjadi secara periodik dan mempengaruhi suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah. Fenomena ini ditandai oleh pemanasan suhu
Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap panen semester kedua tahun ini yang dilaksanakan di beberapa daerah dapat menambah pasokan cadangan beras nasional.
Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Eddy Hermawan memberikan saran untuk mengantisipasi apabila terjadi dampak El Nino untuk sektor pangan.
Fenomena el nino menjadi topik yang hangat akhir-akhir ini. Peneliti Ahli Utama PRIMA-BRIN, Prof Eddy Hermawan, menemukan terjadinya pergeseran puncak el nino